Actions

Work Header

Make It Satisfy

Summary:

When Sunoo and Sunghoon wild idea comes true; there Heeseung accidentally getting involved in their crazy game.
What they know it’s just chasing the pleasure.
Until they’re satisfy.
— and Sunoo keep wanting for more and more the pleasure they give it to him.

Notes:

Hai!
Sorry for taking a long time.
Here as a present for new year ^^

Cerita ini mengandung banyak kata-kata kotor, penyebutan alat kelamin secara frontal serta aktivitas seksual secara eksplisit.

So, be wise and hope you can enjoy the rest of story~

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Ini harga yang harus Sunghoon dan Sunoo bayar karena membuat taksi yang mereka tumpangi berantakan.

Tanpa tedeng aling-aling, mereka putar balik arah, kembali ke tempat Sunoo dan Sunghoon tinggal.

 

“Seneng di suguhin dua kontol gini, hmm?”

Kini keadaan ketiga nya tampak sudah tidak ada satu helai benang pun yang menutupi tubuh mereka.

 

Ketiga nya sudah tidak sabar untuk bermain bersama, terlebih hal ini menjadi adrenalin tersendiri bagi pasangan Sunghoon dan Sunoo yang menyeret orang baru mereka kenal untuk ‘bermain’.

 

Jangan tanya keadaan Sunoo.

 

Tampak si Cantik yang sudah teler di ranjang sambil mengucek klitoris nya, mendambakan sentuhan yang lebih lagi.

Tak sabar untuk di pake asal-asalan hingga ia tidak bisa berpikir waras lagi, yang penting kenikmatan bisa di capai.

 

Sunoo menatap sayu pada kedua pria di hadapan nya seolah memanggil dengan tatapan, Tolong pake aku dan bikin aku enak sampe lupa sama dunia.

 

“Ini beneran boleh?” tanya Heeseung kepada Sunghoon. Memastikan kembali apakah boleh ia mencicipi hidangan lezat di hadapan nya.

Penampakan Sunoo yang sudah tidak beraturan membuat Heeseung semakin berdebar.

 

Badan Sunoo yang kecil namun berisi, sangat tipe Heeseung sekali.

He got pretty face with hot body , batin Heeseung menggebu-gebu melihat santapan di depan nya yang asik memainkan vagina becek nya seperti jalang yang sedang melewati masa subur.

 

Terdengar lenguhan dari bibir plump Sunoo yang di gigit oleh empu nya karena keenakan sendiri mencoba mencari kenikmatan.

Sunghoon hanya terkekeh, “Lu lakuin aja apa yang mau lo lakuin. Ntar gue ngikutin.”

 

Heeseung hanya mengangguk sambil mendekati Sunoo.

Pilihan nya terpaku pada gundukan merah di antara kaki nya, yang basah dan memanggil perhatian Heeseung.

 

Bagaikan jackpot , Heeseung menempatkan diri di kedua kaki Sunoo, membuat paha sekal itu terbuka lebar, mengangkang untuknya, dan mencium jemari lentik Sunoo yang memegangi kemaluan nya dan mulai mengambil alih kegiatan Sunoo menyentuh vagina cantik nya yang digantikan dengan jemari nya yang kasar milik Heeseung.

Dimulai dari jemari Heeseung mengelus bibir vagina yang terasa sangat halus. Heeseung bisa pastikan, Sunoo rajin membersihkan bulu nya dengan cara waxing. Membuat bibir vagina nya semakin terlihat menggugah selera karena bersih dan wangi khas vagina nya cukup enak menurut nya.

Lalu jari nya membuka bibir vagina, menampakan tonjolan pink yang mengacung karena sempat di mainkan oleh Sunoo, meminta untuk di jamah. Jari Heeseung dengan iseng mencubit pelan klitoris yang mulai membengkak itu.

Kemudian memulai gerakan memutar tapi pasti, memberikan tekanan yang lebih intens di area pusat saraf itu. Memancing vagina Sunoo untuk mengeluarkan pelumas nya.

 

Dapat Heeseung lihat badan Sunoo yang sedikit terlonjak kaget karena perlakuan nya.

Sunoo meringis, pertama kali di sentuh oleh orang lain selain Sunghoon.

Jemari Heeseung hangat dan tebal serta sedikit kasar, sama seperti milik Sunghoon namun tetap terasa berbeda.

Ia hanya mampu mendesis sambil menatap kebawah, ke arah vagina nya yang sedang di manjakan itu.

 

“Hmm— ahh— pengen di rojokhh—“ Sunoo mulai meracau, merasakan gatal di area selatannya.

Heeseung menepuk pelan vagina yang merekah itu, “Sabar, cantik. Mau di apain sih memek nya, hmm?”

Pandangan Sunoo sedikit kabur, “Mau di enakin, pleasehhh—“

Jemari Heeseung semakin merekahkan bibir vagina, melihat lubang yang semakin berkedut, meminta untuk segera di manjakan.

 

“Yang jelas dong cantik, mau nya di apain?”

Sunghoon mendekat, lalu mulai menjamah tubuh Sunoo, “Kalo ditanya tuh jawab. Belom di apa-apain udah tolol.”

Stimulasi tambahan dari jari Sunghoon yang mulai memplintir kedua puting nya membuat Sunoo hanya bisa mendesah.

 

“Ahh— hmm— ahh— gelihh- pentil nya. Pengen— dimainin jugahh—”

“Mau di makanhh— memek nya- sambil di rojokkh— ughh—“

With pleasure , cantik.” Heeseung meludahi vagina Sunoo agar semakin basah. Disusul jari tengah Heeseung mulai tenggelam masuk ke dalam lubang senggama Sunoo, mencoba merasakan dinding ketat yang menyelimuti jarinya. Jari nya mencoba masuk lebih dalam lagi.

 

Fuck , anget banget.” Heeseung mulai menggerakkan jari nya ke arah atas seperti menggaruk, menyentuh dinding vagina Sunoo yang hangat.

Heeseung mencari titik manis Sunoo sambil menatap Sunoo yang sedikit terengah-engah.

 

“Napas, sayang. Napas.” Sunghoon mengelus pelan kepala Sunoo, menuntun agar Sunoo bernapas dengan benar.

Sunghoon merundukkan badan nya, satu tangan ia gunakan mencubit puting Sunoo, dan mulut nya yang lain mulai menciumi dada Sunoo sambil meremas pelan.

Lidah Sunghoon semakin bergerilya menjilati puting Sunoo yang tegang, dan dimasukan ke dalam mulut nya untuk di kulum.

Sunghoon semakin bersemangat menghisap puting coklat kemerahan milik Sunoo.

 

“Hngggh—“ Sunoo memeluk kepala Sunghoon yang berada di dada nya.

Hangat lidah terasa menyapu puting tegang nya menciptakan rasa yang geli namun nikmat.

 

Sunoo selalu suka dada nya di mainkan.

 

”Makin gede ya sayang susu kamu? Sekel banget di tangan aku.”

“Habis nya enak sih. Kayak nya nambah Heeseung juga nanti kamu nenenin ya? Biar makin gede.” Sunghoon mencubit pelan puting basah yang di kulum nya sebelum pindah menjamah puting sebelah nya.

 

“Mau— Mauh— nenenin kalian— hmm-“ Tatapan Sunoo terkunci pada Sunghoon yang menjilati puting nya.

“Sambil— di jilat jilatt- di gigithh-“ pinta Sunoo saat Sunghoon mulai menghisap puting nya.

 

Sunghoon mencubit pelan puting nya sebelum di masukkan kembali ke dalam mulut nya, “Banyak mau banget ni lonte.”

Sunoo mulai merasakan ada lidah lain yang bermain selain di dada nya, Heeseung mulai ‘memakan“ Sunoo juga.

Dua titik sensitif nya, klitoris dan puting, di mainkan secara bersamaan.

 

Kedua paha nya di tahan Heeseung agar semakin mengangkang, menampakan lubang yang cengap-cengap meminta untuk di puaskan.

Lidah Heeseung mulai menjilati klitoris, sedang lidah Sunghoon menjilati putingnya.

 

“Ughhh— haa— ahhh— ahh” Badan Sunoo menggelinjang mendapat stimulasi.

“Enak ya di makan sama dua orang kayak gini, hmm? Udah bener-bener kayak lonte yang mau nya di pake asal-asalan sama orang-orang.” Sunghoon melepaskan kuluman nya, sambil menampar pelan dada Sunoo secara bergantian.

 

Badan Sunoo reflek sedikit melenting karena ulah Sunghoon itu.

 

“Enakhh— hmm— haaa—“ Sunoo menjulurkan lidah nya, dan Sunghoon menggunakan kesempatan itu untuk meludahi nya.

 

Cuhh!

 

“Telen.” Titah Sunghoon sambil mencengkram mulut Sunoo agar terbuka.

Dan dengan senang hati Sunoo menelan nya, “Makasih, sayang.”

 

Sunghoon beranjak bangun, membuat Sunoo merengek.

 

“Emut lagihh— pentil nya—“ Sunoo meremas dada nya, memplintir pelan puting nya yang basah dan tegang itu, menyuruh Sunghoon tetap memakan nya.

 

“Daripada mulut nya ngerengek terus, harus di sumpel pake kontol.” Sunghoon menepuk-nepuk penis nya yang sudah tegang ke pipi Sunoo sambil mengarahkan ke mulut nya.

 

Heeseung mulai menemukan titik manis Sunoo yang bertekstur kasar itu, dan mulai menekannya perlahan.

Sambil mendongak, ia melihat Sunoo yang mulut nya tersumpal penis milik Sunghoon sambil membelalakkan mata nya.

 

“Kayak nya lo udah nemuin titik manis nya deh, lo elus aja titik nya. Tambahin jari lo. Dia seneng di rojok sampe kencing.” Sunghoon mentitah Heeseung agar bermain lebih keras, ia sadar saat mata Sunoo hampir bergulir ke belakang hingga memutih berarti titik manis nya sudah di temukan.

 

Sunoo menggeleng, sambil mendesah meskipun di mulut nya sedang mengulum milik Sunghoon.

 

“Nghhh— nghh-“ mulut nya hanya bisa meracau tertahan karena di sumpal milik Sunghoon.

Sambil fokus jari nya bergerak keluar masuk, Heeseung meludahi kembali vagina Sunoo agar semakin becek dan menggigit pelan klitoris yang semakin mengacung.

Hisapan mulai Heeseung lakukan pada klitoris Sunoo yang semakin membengkak.

 

“Itil nya makin ngacung gini ya, enak di isep terus dimainin? Liat nih memek nya makin merah, makin bengkak.” Heeseung melepas hisapan nya dan mencubit klitoris.

Semakin gemas hingga ia tekan-tekan dan memberikan tekanan dengan gerakan memutar sambil jari nya masih menghujam lubang Sunoo.

Sunoo hanya mengangguk, kaki nya menjepit kepala Heeseung menandakan Heeseung melakukan pekerjaan baik di bawah sana serta pinggul nya pun bergerak tak tentu arah berusaha menggesek vagina nya pada wajah tampan Heeseung.

Lidah hangat Heeseung dan jari panjang nya bergantian menumbuk lubang nya yang semakin licin, sambil hidung mancung Heeseung di gesekan pada klitoris yang membengkak.

 

“Slurpp- slurpp—“ decap mulut basah Heeseung semakin terdengar.

Sambil di garap bagian selatan nya oleh Heeseung, lidah Sunoo bermain dengan kepunyaan Sunghoon dengan gerakan memutar mutar di lubang kencing Sunghoon, membuat cairan pre-cum nya semakin keluar.

Tak lupa tangan Sunoo bergerak pelan, memijat kedua bola kembar yang menggantung di hadapan nya.

Perpaduan mulut basah hangat serta telapak tangan yang halus pada bagian selatan nya itu membuat Sunghoon jadi semakin enak.

Untung nya kekasih cantik nya itu belum potong rambut, ia mengelus surai lembut Sunoo sebelum menjambak nya, menyalurkan rasa enak dari mulut dan tangan nya.

 

Good jobhh — sayang— terus— haa-“ Sunghoon menggeram rendah, menatap mata Sunoo yang sudah sedikit berkaca-kaca.

 

Sunoo semakin cantik saat menangis dan Sunghoon suka hal itu.

 

Malam ini, akan ia buat Sunoo sampai menangis keenakan tanpa henti— di tambah dengan bantuan dari Heeseung.

 

Jilatan itu tampak tak beraturan, karena Sunoo membagi fokus dengan jadi Heeseung yang terus menekan g-spot nya.

“Hmm— hngg- hngg—“ Sunoo mendesah hingga terasa getaran nya pada penis Sunghoon. Jepitan nya pada kepala Heeseung tak membuat lelaki yang mengerjai bagian selatan nya berhenti, malah semakin gencar.

“Enak ya cantik? Di rojok sampe pipis, itil nya di mainin biar makin basah.” Kedua jari tebal Heeseung keluar masuk dengan mudah nya sambil jempol nya memutari klitoris yang semakin membengkak. Cairan yang keluar dari vagina Sunoo mulai mengeruh seperti susu, tanda pelepasan nya semakin dekat.

 

“Angghh— hnggghh-“ Mata Sunoo semakin berair. Nafas nya semakin tercekat karena Sunghoon memaju mundurkan penis di dalam mulut nya sambil lubang nya di rojok.

Fuckk — enak kan mulut nya di pake ngisep kontol, memek nya di rojok orang lain pake jari, enak kan?” Sunghoon mencengkram kepala Sunoo.

 

“Belom di kontolin aja udah nangis. Apalagi kalo memek nya di sumpel dua kontol sekaligus? Di genjot sambil nangis, mau kan? Mau di rojok dua kontol sekaligus biar lubang ngowoh nya kenyang nelen peju.”

 

Enak bangettt, beneran enak, mau di sumpel dua kontol hnghh, batin Sunoo.

 

Mulut dan lubang bawah nya beneran di buat bekerja tanpa henti. Tanpa henti merasakan kenikmatan yang mendera.

Sunoo menangis. Tak kuasa menahan tangisan akibat sensasi berlebihan yang di terima oleh badan nya.

 

“Hikss— hmm- hngg”

“Anjing, makin ketat.” Heeseung semakin mempercepat gerakan nya, hingga badan Sunoo ikut terlonjak.

“Nangis dia… makin cantik banget kalo lagi di pake sampe nangis gini.” Puji Heeseung melihat Sunoo yang benar-benar menangis keenakan.

“Tenang cantik, baru permulaan aja udah keenakan banget ya? Nanti kita bawa kamu sampe ke surga.” Heeseung semakin mempercepat tempo kocokan pada lubang Sunoo.

 

Melihat dada Sunoo yang di anggurkan, Heeseung mendekati dada Sunoo dan mulai menjilati areola nya, lalu memasukkan puting tegang itu ke dalam mulut nya.

Heeseung memejamkan mata nya, merasakan keenakan menyusu pada Sunoo.

 

“Ini kalo di pake nyusu sama banyak orang gini bakalan jadi keluar susu ga ya?” Heeseung memplintir puting tegang.

“Kayaknya harus di bikin hamil dulu. Mau hamil ga hmm? Nanti kita hamilin kamu.” Sebelum memasukkan lagi puting yang satu untuk di hisap.

 

“Aghhh—“ Badan Sunoo sedikit melenting kembali, sambil memejamkan mata air mata nya tak kuasa ia bendung.

Kenikmatan ini terlalu berlebihan, namun ia sangat menyukai nya.

 

Clok! clok! clok!

 

Tangan Heeseung semakin basah, dan Sunghoon tertawa.

“Makin di rojok aja yang cepet. Bentar lagi pipis tuh.”

 

“Arghh fuckkk— kempotin sayang mulut nya.” Titah Sunghoon hingga pipi Sunoo semakin cekung, menyedot penis nya.

Pinggul nya bergerak semakin liar, merojok mulut Sunoo hingga terasa mentok ke pangkal tenggorokan nya.

Muka Sunoo semakin memerah karena sulit bernapas, “Hmpphh— grokkh— grokk-“

 

Sunghoon memejamkan matanya, miliknya menyembur memenuhi mulut Sunoo, “Anjingg— keluarr— fuck —“

Sunoo hampir tersedak karena tembakan cairan milik Sunghoon di dalam mulutnya, “Hmm- hngghhh— uhukkk-“

Dan disaat yang bersamaan, badan Sunoo mengejang.

 

Heeseung melepaskan kuluman nya pada puting Sunoo karena kaget ada air yang mengalir di jari nya yang masih mengerjai bagian selatan Sunoo.

 

“Anjinggg, kencinggg. Fuck come for me pretty.” Teriak Heeseung sambil melihat begitu deras nya Sunoo keluar.

 

Sunghoon keluar di dalam mulut Sunoo, dan Sunoo keluar dengan desahan yang tertahan hingga cairan nya menyemprot badan Heeseung.

Perlahan Sunghoon mencabut milik nya dari mulut Sunoo, terlihat benang saliva menjuntai dari milik nya di sertai cairan milik nya. Sunghoon menepuk miliknya ke pipi Sunoo, menyebarkan basahnya.

 

“Hnggg— aghh—“ Desahan Sunoo tertahan seiring mulut nya kosong.

Sunghoon membuka mulut Sunoo dan melihat miliknya yang telah di telan habis.

Good job , sayang. Sekarang jilat sisa yang masih ada disini.”

 

“Gokil, beneran nyemprot gue di kencingin.” Heeseung menundukkan badan nya, mengarahkan mulut nya ke arah cairan Sunoo yang masih menyemprot deras. Tangan nya semakin mengerjai Sunoo yang sensitif dengan tetap menepuk-nepuk klitoris yang bengkak semakin memancing kencing nya keluar lagi.

Sunoo menggeram rendah, sambil fokus dengan mulut dan lidah yang membersihkan penis Sunghoon.

 

Sunghoon yang melihat Heeseung basah kuyup tertawa sambil mencubit puting Sunoo, “Emang ni lonte keenakan di kerjain memek nya sambil ngisep kontol terus sambil tete nya diisep.”

 

“Hngggh— enak bangettt— aku keenakan— capee—“ Sunoo menggumam.

 

“Sayang, permainan baru di mulai. Jangan tepar dulu. Waktu kita masih panjang. Masa belom di rojok dua kontol memek nya udah ngerasa cape aja?” Sunghoon menepuk pelan pipi Sunoo dengan mata yang terpejam.

 

“Bentar, aku masih tinggiii.” Racau Sunoo yang masih merasa sensitif.

“Bukannya itu ya mau kamu, di pake sampe tolol kan?” Sunghoon kemudian membawa Sunoo duduk di pangkuan nya.

 

Heeseung hanya menggelengkan kepala nya.

Gila gila, pasangan gila.

Dan gila nya lagi, dia terlibat dengan permainan gila ini.

 

***

Sunghoon memeluk tubuh Sunoo yang kini berada di pangkuan nya.

Namun, ia tak ingin berlama-lama lagi memasuki lubang hangat milik kekasih nya itu.

“Tadi udah di colmekin, tinggal aku masukin aja bisa kan?” Sunghoon mengecup pelipis Sunoo.

 

Setelah itu tangan nya ia bawa memompa penis nya agar kembali keras, dan mengarahkan nya masuk ke dalam lubang milik Sunoo.

Pinggul Sunoo diangkat sambil ia semakin memeluk erat Sunghoon, “Bentar.. masih sensitif…”

 

Belum saja si Cantik turun dari tinggi nya, kini Heeseung yang duduk di sofa sebrang sana menatap si Cantik yang mulai bergerak mengulek pinggul di pangkuan kekasih nya.

 

Wah, Heeseung benar benar terkesan dengan performa Sunoo.

 

Lihat lah tubuh sekal itu kini mulai bergerak mengulek gerakan atas bawah milik Sunghoon yang tertanam dalam dirinya.

Meringis sendiri, memikirkan rasanya di pijat di dalam lubang hangat itu sambil merasakan ulekan nya.

 

Sunoo mengalungkan tangan nya pada Sunghoon, sambil menikmati cumbuan basah.

“Hnggh—“ Pinggul Sunoo bergerak maju mundur menguleni penis Sunghoon, sedang lidah nya mulai mencicipi mulut Sunghoon.

Lidah Sunoo mulai menjulur, mencoba membelit lidah Sunghoon.

Saliva berceceran di sekitar mulut kedua nya, semakin becek di rasa Sunoo mulut maupun lubang bawah nya.

 

Sunghoon mendekap Sunoo, mengikis jarak mereka dengan dada yang menempel sedang Sunoo bergerak di atas Sunghoon dengan gerakan acak.

Ciuman di lepas terlebih dahulu oleh Sunghoon, “Liatin ke Heeseung seberapa jago kamu ngulek sayang.”

 

Sunoo menggigit bibir bawah nya sambil mengerling ke arah Heeseung dan semakin mempercepat gerakan pinggul nya.

Sial, mata sayu namun menggooda milik Sunoo itu benar benar menggoda Heeseung.

 

Mulut Sunghoon mulai turun mengecup leher, lalu di sesap pelan leher yang masih putih bersih itu.

Sunoo semakin menengadahkan leher nya, membiarkan Sunghoon memberikan tanda cinta di leher nya.

Selesai membuat tanda di leher, kecupan nya semakin turun ke dada.

Membuat tanda di dada, sambil jemari nya memainkan puting yang mencuat. Di cubit oleh ibu jari dan telunjuk serta di plintir.

 

“Ahh— ahh— ahhh—“ Badan Sunoo melonjak di atas Sunghoon, bergerak naik turun. Berusaha untuk menumbuk titik manis nya sendiri.

Sunghoon menumpu satu lengan nya di belakang, sedang tangan satu nya memeluk pinggang Sunoo dengan erat.

 

Pusat tubuh mereka menyatu, Sunoo tak tahan terus menggerakkan pinggul nya untuk mendapatkan kepuasan nya.

Sunghoon memberikan stimulasi pada dada sekal Sunoo, menyesap puting kanan nya yang tegang sambil menggerakkan pinggul nya dengan arah berlawanan.

“Shh— anghh—“ Pinggul Sunoo bergerak maju mundur sambil dada nya semakin membusung. Enak sekali, sampai Sunoo rasanya ingin menangis.

 

Sunghoon melepaskan kuluman nya.

Fuck .. cantik banget kamu sayang kalo lagi sange gini. Aku sodok sampe nangis atas bawah ya?”

Sunoo hanya mengangguk sambil memejamkan mata.

 

Plak!

 

“Kalo ada yang nanya itu harus di jawab. Makin kayak lonte ya kamu. Di kontolin dikit langsung tolol ga bisa apa apa, pengen nya di rojok terus sampe pipis. Mau di rojok sampe lubang nya lower? Mau?” Sunghoon memukul mukul dada Sunoo.

 

Rasa pedas menghinggapi dada nya karena tamparan Sunghoon.

Namun rasanya semakin enak.

 

“Ahh— mau di bikin pipis atas bawah, pliss- mau di rojokhh— sampe ngowohh-” Sunoo memohon dengan terbata-bata.

“Sial. Jangan ngerengek. Ga ada ampun buat kamu hari ini, Sayang.” Sunghoon mencengkram pinggang Sunoo.

 

Gerakan Sunoo yang meliuk dengan sensual membuat Heeseung yang duduk di seberang mereka hanya mengurut penis nya terlebih dahulu.

 

Membayangkan bagaimana penis nya yang akan di jepit oleh lubang Sunoo, serta lekukan badan ramping itu bergerak karena sodokan miliknya di lubang sempit itu.

 

Ah, Heeseung makin tidak sabar untuk menjamah lubang Sunoo dengan kepemilikannya ini.

 

“Haaa— haa— mau pipissh lagii—“ Sunoo mengerang karena rasanya pelepasan nya akan segera datang lagi.

Sunghoon yang masih menyusu di dada nya bekerja cukup keras mengulum, serta menghisap puting yang sensitif.

 

Satu tangan memeluk pinggang Sunoo, satu tangan lainnya mengarah ke bawah mengucek klitoris bengkak Sunoo, dan pinggul nya bergerak ke arah berlawanan dengan Sunoo mencoba menumbuk titik manis pria cantik yang meliuk di atas nya.

 

“Aghhh— makin ketat lubang kamu. Makin bocor ya? Hmm? Pipis in aku sini pipis in. Biar kamu makin enak.” Sunghoon menggerakkan pinggul nya berlawanan arah, hingga tepukan kulit keduanya terdengar nyaring nan erotis.

 

Plok! Plok! Plok!

 

Mulut nya semakin mengerjai puting Sunoo, di gigit serta di jilat nya agar Sunoo semakin keenakan.

“Nghhh— ahh- ahh-“ Bola mata Sunoo hampir juling sambil lidah nya menjulur keluar.

Milik Sunghoon terasa mengobok-obok bagian dalam tubuh nya.

 

Sunoo bergerak semakin cepat, pelepasan nya semakin di ujung.

 

Gerakan Heeseung yang mengocok penis nya selaras dengan Sunoo yang bergerak atas bawah di pangkuan Sunghoon.

Fuckk - sunoo- shittt-“ Heeseung mendesah sedikit melihat pemandangan di depan nya.

 

Muka teler Sunoo semakin membuat Heeseung ingin ikut mengerjai nya.

Lihat nanti, akan se teler apa saat ia memainkan nya.

 

“Aghh— fuck fuckk— pipishh-“ Suara melengking Sunoo terdengar seiring dengan Sunghoon merasa paha nya mulai terasa basah.

Heeseung semakin terangsang melihat Sunghoon yang di pipis in oleh Sunoo— iya juga ingin menumbuk Sunoo sampai terkencing-kencing.

 

“Haa- aku mau keluar juga- di isi peju juga ya?” Sunghoon melepaskan kucekan pada klitoris nya.

 

Plok! Plok! Plok!

 

Suara paha yang bertamparan semakin kencang, Sunghoon mengeratkan pegangan nya pada Sunoo agar naik turun di atas nya.

 

“Hikss hikss— udah sayang— aghh sensitifff-“ Sunoo menangis sambil tubuh nya terlonjak-lonjak.

Tak sabar rasanya Sunghoon mengisi lubang Sunoo, apalagi penis nya terasa semakin di jepit.

 

“Agghhh— aku sampe sayang-“ Sunghoon berhenti menggerakkan tubuh Sunoo di atas nya dan mendekap dengan erat cantik nya itu. Tubuh Sunghoon terasa ikut sedikit bergetar karena pelepasan nya.

 

Terasa putih nya Sunghoon menembak di dalam Sunoo, lubang nya terasa penuh dan juga semakin hangat.

Tubuh Sunoo bergetar dalam pelukan Sunghoon.

 

“Huuu— huu— cape sayang—“ Sunoo melesakkan kepala nya ke dalam ceruk Sunghoon.

 

“Jangan dulu cape sayang.” Sunghoon menciumi kepala Sunoo sambil mengelus pelan punggung Sunoo.

“Liat, di seberang sana ada yang mau nyicip lubang basah kamu yang lower ini.”

 

Sunghoon memberikan isyarat mendekat kepada Heeseung.

Give it a show to me, baby .” Sunghoon berbisik sambil menggigit pelan daun telinga Sunoo.

Tubuh Sunoo perlahan Sunghoon lepaskan dari pangkuan nya dan merebahkan di kasur.

 

Cairan pelepasan keduanya terasa mengalir di paha Sunoo dan Sunoo mendesis karena rasa kosong di lubang nya setelah Sunghoon melepaskan milik nya dari lubang nya yang hangat.

 

“Gue boleh keluar dimana aja?” Tanya Heeseung pada Sunghoon saat mendekati Sunoo.

I don’t mind where you want to come. But ask Sunoo first where you want to come .”

 

Sunghoon menepuk pelan pundak Heeseung, “ Enjoy, you will like it.

 

Heeseung hanya tersenyum samar sambil mengangguk.

 

Of course, who wouldn’t enjoy by fucking such a nice body and nice service that Sunoo have? No one would refuse it.

“Cape, hmm?” Heeseung menyeka peluh di pelipis Sunoo.

Terlihat Sunoo yang terbaring dengan pandangan sayu dan menganggukkan kepalanya.

 

Let me satisfy you, again, ya?”

Heeseung mencium pipi gembil kemerahan itu.

 

Sunoo menggeleng, “Udahh— bentarr- plis aku sensitiff-“

Jujur saja rasa nya masih kebas di bawah sana.

Namun Heeseung pun bukan tipe penyabar jika di berikan umpan seperti ini.

 

Tangan nya meremat pelan dada Sunoo yang sudah memerah karena tanda yang di berikan Sunghoon.

Jemari nya hanya bermain di puting Sunoo yang menegang, lalu membawa nya ke dalam mulut hangat nya.

Puting tegang itu Heeseung hisap sambil lidah nya memutar menjilati, sedang puting satu nya lagi ia cubit perlahan agar tidak menganggur.

Dada Sunoo tidak terlalu besar namun berisi, terasa pas di genggaman untuk di remas dan juga enak untuk di hisap.

 

Ah, enak sekali susu nya Sunoo ini, pantas saja Sunghoon sangat menyukai nya , batin Heeseung.

 

Sunoo menyugar rambut Heeseung, menekannya agar terus menjilati puting nya.

“Ishh perih— enakkh- pelan aja plishh-“ racau Sunoo.

Sunoo meringis, bisa-bisa dada nya lecet besok hari.

 

Tapi rasanya sangat enak ketika dada—terutama puting nya jika di mainkan.

Tak apa lecet, toh sepadan dengan rasa enak dari mulut dua pria yang menggarap nya itu.

 

“Kamu bisa pasti bisa, Sunoo.” Heeseung melepaskan kuluman nya untuk menikmati hidangan utama nya.

This is the things that you have paid for. Said you want to get more dick in your hole, aren’t you? ” Heeseung mulai menggerakkan jari nya, mengusak pelan klitoris lalu mengarah pada lubang basah Sunoo yang sudah menyatu dengan cairan nya dan cairan Sunghoon.

 

You’re so fucking wet, pretty. So I’ll fuck you good .” Penis Heeseung yang masih mengeras kemudian ia tuntun memasuki lubang merah Sunoo.

 

Klitoris Sunoo ia usak perlahan ketika kepala penis nya mulai memasuki lubang itu.

Sunoo memejamkan mata nya, “Haa— ahh—“

 

Heeseung mengernyitkan mata nya, “Udah sering di rojok masih sempit banget ya?”

Dengan satu hentakan, Heeseung memasukkan sisa batang milik nya.

 

Sunoo meringis, terasa lelehan cairan mengaliri paha nya.

Milik Heeseung sedikit lebih lebar dari milik Sunghoon, hingga semakin terasa penuh.

 

“Gilaa— memek kamu anget banget cantik-“ Heeseung menatap ke arah Sunoo yang menjulurkan lidah nya.

“Gerakhh— pliss— gerakk-“ Kini Sunoo yang meminta Heeseung agar menumbuk kembali dirinya.

 

Tangan Sunoo terangkat keatas seiring badan nya terlonjak oleh genjotan yang Heeseung berikan.

Pemandangan yang Heeseung dapatkan sangat menggairahkan.

Terlihat kedua tangan Sunoo terangkat, meremas bantal sebagai tumpuan kepala nya.

Mencoba menyalurkan sensasi yang ia dapatkan.

Sunoo menggigit bibir bawah nya, hentakan yang Heeseung berikan terasa mengobok-obok perut nya lagi.

 

Sedang Heeseung semakin tak dapat menahan diri nya tatkala Sunoo dengan pasrah nya, terlihat tangan nya yang membuka lebar dengan ketiak yang terbuka.

Fuckk - ketiak kamu halus banget-“ Heeseung mendesis melihat pemandangan itu.

 

Semua yang ada pada badan Sunoo itu cantik.

 

Akan sia-sia jika tidak menyentuh badan Sunoo dengan baik dan benar di setiap inci nya.

Di rendahkan tubuh nya, menghidu ketiak mulus Sunoo sebelum lidah nya menjamah.

Dibawa lidah Heeseung menelusuri ketiak bersih Sunoo. Jilatan demi jilatan mulai Sunoo rasakan, rasa nya aneh namun menagih untuk di rasakan.

 

“Sshhh— nga-ngapain— nggh-“ Geli Sunoo rasakan ketika lidah hangat itu bermain di ketiak nya.

Sunghoon jarang bermain dengan ketiak nya, sehingga rasa nya terasa baru bagi Sunoo.

 

Ahh, enak, enak, enak, mulut Heeseung enakk , batin Sunoo.

 

Ketiak nya terasa begitu sensitif, mungkin lain kali ia ingin ketiak nya di jamah ketika bercinta.

Ia harus berterimakasih kepada Heeseung.

 

Heeseung betul betul merealisasikan perkataan nya, he will fuck Sunoo good.

 

“Hngghh— fuckk—hiks-“ Sunoo meracau ketika Heeseung mengeluarkan penis dari lubang nya sampai hanya tersisa kepala nya saja.

 

Namun detik berikutnya, Heeseung melesakkan lagi miliknya hingga terasa mentok dan membuat kepala nya menyentuh titik nikmat Sunoo.

“Ishh— fuckk— Heeseung— dalem- dalem bangethh-“ Lenguhan panjang dari bibir Sunoo menjadi pertanda bahwa dia keenakan.

 

Heeseung masih terus menggenjot Sunoo, merasakan liang yang basah itu meremat miliknya. Beberapa hentakan ia lakukan dengan hentakan kencang, melihat reaksi Sunoo yang sampai nangis keenakan oleh hentakan nya.

 

“Jangan di ketatin— cantikk-“ Kepala Heeseung terasa semakin ringan, meskipun pemandangan nya semakin berkabut melihat Sunoo di bawah nya.

“Aku— mau keluar—“ Sunoo merengek, kembali pelepasan nya akan datang.

 

Heeseung tertawa, lalu melirik ke arah Sunghoon, “ It’s crazy . Dia ini emang squirter ya?”

Sunghoon yang memompa penis mengiyakan pertanyaan Heeseung, “Dia main sama gue aja udah kencing mulu, apalagi ini di garap dua kontol.”


Mendengar perkataan tersebut, Heeseung semakin melesakkan miliknya ke dalam Sunoo.

Satu kaki Sunoo ia angkat, agar miliknya bisa masuk lebih jauh.

“Haa— anghh— heeseung— janganh-“ Sunoo merengek kembali saat melihat Heeseung mengangkat kaki nya.

 

Di ciumi nya kaki Sunoo sambil pinggul nya terus bergerak, “Enak kan? Punya ku bisa lebih masukk-“

Sunoo menggelengkan kepala nya, tumbukan yang begitu keras hingga rasanya kantung kemih nya di sodok-sodok.

 

Kedua tangan nya nya mencengkram erat bantal di atas nya, “Heeseunggh— udah- udah— aku—“

Belum sempat Sunoo menyelesaikan perkataan nya, penis milik Heeseung terdorong keluar karena squirt nya mengalir deras.

 

Fuckk -“ secara bersamaan Heeseung dan Sunghoon mengumpat melihat Sunoo mengeluarkan cairan yang begitu deras.

“Haa— keluar— udahh-“ Sunoo menangis lagi namun napas nya tertahan saat Heeseung memasukkan lagi milik nya ke dalam lubang yang sensitif itu.

 

“Enak ya pipisin aku? Sekarang tinggal aku yang semburin peju.”

“Mau aku semburin dimana?” Tanya Heeseung yang terengah-engah.


“Jawab mau di sembur dimana?” Ulang Heeseung sambil menggerakkan pinggul nya.

“Haa— mau di mulut- di muluthh-“ Jawab Sunoo dengan nafas tersengal.

 

Kedua kaki Sunoo di lipat, Heeseung menggerakkan pinggul nya dengan cepat.

“Enakh banget lubang nya— pengen gue pejuin-“ ujar Heeseung.

 

Sunoo hanya bisa menangis keenakan sekaligus ngilu.

Setelah dua tumbukan, Heeseung mencabut milik nya dari lubang Sunoo.

Lalu mengocok nya depan mulut Sunoo, “Buka mulut nya cantik. Abisin peju nya tanpa sisa.”

 

Sunoo membuka mulut nya, tepat saat Heeseung melakukan pelepasan.

“Haa— jilat cantik, bersihin kepala nya. Rasain rasa punya kamu yang nempel di kontol aku. Enak?” Sunoo menuruti perintah Heeseung dengan mencium, lalu mengulum kepala penis itu.

 

Heeseung jadi ingin memakai mulut Sunoo.

Heeseung mengelus pelan kepala Sunoo, “Good job, cantik.”

 

Sunoo tersenyum sambil menutup mata nya.

Rasa nya lelah sekali setelah bermain beberapa pelepasan.

 

Sunghoon merealisasikan apa yang ia mau— membuat Sunoo keenakan sampe tolol.

Don’t you think it’s over?

Not yet , Sunoo.” Suara Sunghoon menginterupsi.

 

“Sayang, aku capee- mau apalagi—“ Seketika Sunghoon mengangkat tubuh Sunoo, untuk di rebahkan di atas nya.

Dada Sunghoon menempel dengan punggung Sunoo.

Terasa lengket oleh Sunoo karena ia berkeringat sangat banyak.

 

Heeseung hanya memperhatikan dengan seksama.

 

“Bukannya kamu pengen memek kamu di sumpel dua kontol ya?” Sunghoon mencium pelan pipi Sunoo sambil merapikan poni lepek nya.

“Kasian tuh, tadi Heeseung ga pejuin kamu di dalem. Kita buat kamu hamil sampe punya anak kembar ya? Satu nya anak aku, satu nya anak Heeseung.”

 

Sunoo menggeleng, “Sayang— aku—“

Membayangkan lubang nya di isi dua penis memang mendebarkan, namun tetap saja ia merasa takut.

Namun Sunghoon menghentikan perkataan Sunoo dengan menyimpan telunjuk di bibir plump itu.

 

You will like it. I know you never get enough .”

I know you better, than you know yourself, baby ?”

Trust me, okay ?”

Sial. Perkataan Sunghoon itu benar, namun badan Sunoo sudah terasa melayang.

 

Apapun yang akan di lakukan oleh Sunghoon dan Heeseung, akan ia terima— meskipun kesadaran nya sudah semakin menipis.

 

Semoga saja ia masih tersadar saat kedua penis itu bersarang di tubuh nya—karena bagaimanapun, ia ingin merasakan dengan sadar bagaimana lubang nya penuh oleh dua penis itu dan hangat oleh pelepasan mereka.

 

***

 

Kini posisi Sunoo ada di atas Sunghoon dengan punggung nya yang menyatu dengan dada bidang Sunghoon.

Sunoo belum turun sepenuhnya dari tinggi, ditandai dengan napas yang masih sedikit terengah-engah.

 

“Mau apaa—“ Sunoo hendak bertanya. Mencari validasi tentang apa yang ada di pikiran nya.

“Kamu pernah bilang pengen di masukin lebih dari satu kontol kan? I’ll give it to you, now, baby .” Ucapan Sunoo terpotong oleh Sunghoon.

 

Sunoo tersenyum kecil, pikiran nya benar, kini ia akan di gempur menggunakan dua penis itu.

Takut, namun tak sabar juga.

 

Heeseung hanya bisa membelalakkan mata nya.

Double penetration belum pernah menjadi pilihan nya dalam mengeksplor dunia sex.

Terlebih lagi ia di tawari melakukan hal tersebut oleh orang yang ia temui kurang dari sehari.

 

“Kenapa? Lo keberatan?” Tanya Sunghoon kepada Heeseung yang ada di hadapan nya.

 

Heeseung menatap wajah sayu Sunoo yang bersandar pada Sunghoon.

 

Berbeda dengan apa yang di utarakan Sunoo, raut wajah pria cantik itu terlihat menunggu untuk sesuatu, mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya.


Pertahanan Heeseung runtuh, ia mengelus pelan pipi Sunoo yang memerah itu.

 

“Gue.. ga keberatan. So how it goes?” Tanya Heeseung pada Sunghoon.

 

Sunghoon tersenyum, “ So first, we have— no , it’s you. Lo harus longgarin dulu lubang nya pake jari lu .”

I’ll put mine first. ” Titah Sunghoon sambil memompa penis nya.

 

Perlahan ia masukan penis nya ke dalam lubang Sunoo yang basah.

“Ahhh— penuh lagii-“ Sunoo meringis pelan ketika merasa penis Sunghoon memasuki nya secara perlahan.

 

“Gimana nantii kalo Heeseung masuk— eunghh-“ Desahan Sunoo mulai terdengar, sambil menatap lubang nya yang di sumpel Sunghon. Air mata mulai membasahi matanya.

Memasukinya secara perlahan adalah hal yang Sunoo kurang suka— ia lebih senang di masuki secara langsung dan cepat hingga titik manis nya langsung tertumbuk.

Namun, ini adalah seni nya bukan?

 

Sunoo melihat ke arah Heeseung di depan nya dengan tatapan sayu, dan menengok ke arah Sunghoon di belakang nya.

 

I don’t think it will fit.. please.. i’m afraid— ughh— “ Suara Sunoo sedikit bergetar, lihatlah siapa kini yang ketar ketir sendirian.

Ia hanya takut lubang nya tidak bisa menampung dua rudal yang cukup besar dan panjang itu.

 

Sunghoon mengusap pelan pipi Sunoo sambil mencium bibir nya sekilas, Just relax, pretty. It will burn at first, but you’ll like if later. Promise, we won’t hurt you.”

 

Sunoo kembali menangis, padahal belum saja menikmati nangis keenakan.

Tatapan nya beralih pada Heeseung, “Pelan pelan dulu ya.. please …”

 

Heeseung tersenyum sambil memajukan badan nya hingga bibir nya hampir bersentuhan dengan Sunoo.

 

Tangan nya memegang dagu Sunoo, “Aku mau cium, boleh?”

Paham dengan ketakutan Sunoo, ia ingin menenangkan Sunoo dengan ciuman nya.

 

Sunoo mengangguk, dan setelah itu bibir Heeseung mulai memagut nya pelan.

 

Menyesap bibir bawah nya sedang Sunoo mengikuti dengan menyesap bibir atas Heeseung.

Kepala mereka mulai bergerak miring ke kanan kiri sambil menghisap bibir satu sama lain.

Lidah Heeseung mengetuk bibir Sunoo untuk memagut lidah nya, menjadikan ciuman mereka semakin panas dan basah.

 

Sunoo mulai terbuai dengan ciuman Heeseung, tak hanya jago dalam memanjakan bagian selatan nya namun ternyata Heeseung adalah good kisser.

 

Bibir tipis milik Heeseung terasa pas dengan bibir plump nya.

Jika begini, ia takut bibir favorit nya— Sunghoon, akan memiliki saingan.

 

Tangan Heeseung mulai memainkan klitoris nya, memantik rasa geli yang semakin menjalar di tubuh nya.

Sedang tangan Sunghoon mulai mencubit pelan puting nya sambil menggigit dan menghisap pundak mulus Sunoo.

 

Ada rasa cemburu sedikit ketika melihat Sunoo yang terbuai dengan ciuman Heeseung, lambat laun hisapan di pundak itu semakin naik ke telinga.

Sunghoon menjilati daun telinga Sunoo— yang merupakan titik sensitif lainnya.

Bibir nya mengecup perlahan, hingga terasa tubuh Sunoo bergidik sedikit dalam pelukan nya.

 

Sunghoon tersenyum sambil melanjutkan aktivitas nya menstimulasi telinga Sunoo.

Tak lupa, tangan nya memplintir pelan kedua puting Sunoo sambil di cubit dan di tarik pelan.

 

Mendapat stimulasi dari segala titik di tubuh nya membuat Sunoo semakin menangis lagi, kini ia menangis keenakan.

 

Badan nya sedikit meliuk-liuk dan dada nya sedikit membusung.

 

Fuckkk, pusing, pusing , umpat Sunoo di dalam hati.

 

Jari nya meremat pelan surai Heeseung, menyalurkan perasaan nya.

 

“Hnghh— hmphh-“ Mata Sunoo terpejam sambil terus memagut milik Heeseung, sedikit bergetar karena menekan desahan dari mulut nya itu.

Merasa Sunoo lebih rileks, Heeseung mulai memasuki satu jari nya ke dalam lubang Sunoo.

 

“Hmpphh!!” Teriakan nya tertahan dalam pagutan basah dengan Heeseung.

Saliva kedua nya menetes lewat dagu masing-masing.

 

Sial, ketat banget , Heeseung membatin dengan satu jari nya yang terasa di peras di dalam lubang Sunoo.

 

Heeseung mulai memompa jari nya keluar masuk sedikit demi sedikit, dan Sunoo mulai merasakan sensasi terbakar itu.

 

“Haa- haa— udah-“ Sunoo melepas ciuman itu dan merengek. Kening nya bersandar pada kening Heeseung.

“Aku baru masukin satu jari. Gimana?” Bisik Heeseung sambil menciumi wajah cantik Sunoo.

 

Rasanya seperti badan nya di belah dua namun lama-lama menjadi terbiasa.

 

“Nghh— sakit— enakhh-“ racau Sunoo.

Mendengar hal tersebut Heeseung membawa satu jari nya masuk ke dalam lubang hangat Sunoo.

 

“Aghh— Heeseung!-“ Sunoo memekik ketika Heeseung menambah jari nya dan plintiran Sunghoon pada puting nya semakin kencang.

 

“Udah berapa jari?” Tanya Sunghoon di belakang Sunoo.

“Dua jari. Ketat banget, anjing. Jari gue berasa ikutan kebas.” Ujar Heeseung sambil terus memompa kedua jari nya.

Make it three . Abis gitu, lo langsung coba masuk.” Sunghoon kemudian semakin gencar mencubit cubit puting Sunoo.

 

Sedang jemari Heeseung bergerak semakin cepat hingga terasa bersinggungan dengan milik Sunghoon yang sudah masuk di lubang Sunoo.

Heeseung mengecup bibir Sunoo, “Udah lebih enak? Hm? Aku masukin jari ketiga aku.”

 

Pasrah.

 

Sunoo pasrah. Ia hanya mengangguk dan di detik kemudian lubang nya terasa semakin penuh lagi.

 

Bagaimana nanti saat Heeseung memasuki nya dengan penis nya itu?

 

“Kayaknya udah lebih longgar. Coba masukin ya?” Heeseung mulai menggesekkan miliknya dengan klitoris Sunoo.

Kini lubang Sunoo terasa lebih longgar lagi, mungkin sudah cukup untuk menampung penis Heeseung untuk memasuki nya.

 

“Kalo ga ketahan sakit nya, cakar punggung aku.” Badan Heeseung semakin merendah, Sunoo memeluk nya.

Sensasi nya benar benar seperti terbakar di bawah sana, lubang nya seperti di belah dua.

 

“Huu— haa— huu— haa-“ Sunoo mengambil napas sambil membuang nya lewat mulut agar otot nya lebih rileks.

Daripada berteriak hanya akan menambah rasa terbakar.

 

“Hmm— huu— Heeseung, masukinn- langsung- jangan pelanhh-“ Sunoo mentitah Heeseung agar cepat memasuki nya.

 

Gerakan penis nya yang memasuki nya secara perlahan hanya menambah tegang otot nya.

Jleb!

Ketiga nya mendesis bersamaan.

 

“Anjinggg— jangan di ketatin sayang.” Sunghoon menutup mata nya kala penis nya bersentuhan dengan milik Heeseung di bawah sana.

 

Jemari Sunghoon mencoba mengucek pelan klitoris Sunoo agar rasa sakit si Cantik berkurang.

 

Fuckkk— panashh- sakittt— ahh“ Benar saja, Sunoo langsung menenggelamkan wajah nya di ceruk Heeseung sambil mencakar punggung gagah itu.

 

Tangan Sunghoon yang lain mengelus pelan perut rata Sunoo, “ You did well, pretty.”

“Pinter banget, memek nya bisa nelen dua kontol sekaligus. Enak kan di masukin dua batang sekaligus, hm?”

 

“Jangan- jangan dulu gerakkhh— plis-“ Mata Sunoo mengabur karena air mata menggenang di pelupuk mata nya. Sunoo meminta agar kedua penis yang bersarang di tubuh nya tidak menumbuk nya.

 

Ia butuh menyesuaikan juga karena lubang nya yang semakin melebar.

 

Tangan Heeseung dan Sunghoon bergerilya di badan Sunoo, agar si Cantik tetap rileks.

Permainan tangan mereka membuat Sunoo kelojotan sendiri, sehingga memancing lubang nya semakin basah.

 

“Sekarang.. boleh gerak.” Sunoo mengijinkan kedua nya bergerak.

 

perlahan, pinggul Sunghoon dan Heeseung bergerak perlahan.

Menumbuk lubang Sunoo secara bergantian.

Ini sensasi yang baru bagi Heeseung dan Sunghoon, penis mereka pun saling bersentuhan.

 

“Sshhh— ketat banget-“ Desis Sunghoon.

Sama hal nya dengan Heeseung, ia memejamkan matanya, penis nya terasa dijepit sambil bergesekan dengan milik Sunghoon.

 

Rasanya ia ingin keluar saat ini juga, namun berusaha mengontrol pikiran nya.

 

Lubang Sunoo begitu ketat, dan hangat melingkupi dua penis itu.

Sunoo menggigit bibir bawahnya.

 

Rasa terbakar di bagian bawah nya berangsur sedikit demi sedikit menghilang.

Tergantikan dengan rasa penuh dan tumbukan penis Heeseung dan Sunghoon secara bergantian.

 

“Ahh— ahh— cepethh- cepethh-“ Sunoo meminta Sunghoon dan Heeseung mempercepat tempo tumbukan nya.

 

Heeseung menyunggingkan senyum nya sambil mengelus bibir Sunoo, “ We fuck you good, right?

Don’t ruin your pretty lips, may i kiss your lips instead?

Sunoo hanya mengangguk rusuh, ia butuh distraksi.

 

Dipagut nya dengan rusuh bibir tipis Heeseung, melumat nya dengan asal-asalan asalkan pikiran nya melupakan rasa sakit di bawah.

 

Sunghoon fokus menambah kecepatan tumbukan nya, “Liat, siapa yang malah minta di kasarin? Hm?”

Suara cabul antara pertemuan kulit ketiga nya semakin kencang.

 

Tubuh Sunoo yang terhimpit oleh dua lelaki yang lebih besar dari nya hanya bisa pasrah menerima service yang di berikan.

 

Plok! Plok! Plok!

 

Sunoo hanya bisa meringis merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang ia dapatkan.

Rasa yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

 

“Ahhh- ahh— disituhh-“ Entah siapa yang menumbuk titik manis nya, namun badan Sunoo semakin bergetar karena nya.

 

“Ah disini? Hmm?” Tanya Sunghoon sambil fokus menumbuk titik tersebut.

 

Sunoo hanya mengangguk ribut lagi.

 

Heeseung tersenyum melihat respon Sunoo, dan fokus bergantian dengan Sunghoon hingga ia merasa menekan tonjolan kasar itu.

 

“Haa— ahh- shittt-“ Sunoo memeluk Heeseung, rasanya kantung kemih nya pun semakin di sodok. Memaksa untuk mengeluarkan cairan nya kembali.

 

“Jangan di ketatin— aghh-“ Entah kapan Sunghoon mengambil kembali vibrator yang di anggurkan, ia gunakan untuk mengucek klitoris Sunoo. Menambah sensasi dari getaran yang di hasilkan.

“Huhuhu— jangan geterinnn— fuckkk— huhuhu—“ Jika seperti ini, ia akan keluar lagi dengan cepat.

 

“Aku mau bikin kamu pipis sayang. Jangan di tahan kalo mau pipis.” Sunghoon tak mengindahkan rintihan Sunoo, karena ia tau Sunoo pun keenakan.

“Haa— ha— aku mau keluarhh— ahh udah jangan pake vibratt- ahhh—“ Sunoo hanya bisa meringis dan berteriak. Kembali ia meraih pelepasan nya untuk ke sekian kali nya.

 

“Hahh— hahh-“ Nafas berat Sunoo terdengar jelas di telinga Heeseung.

 

Si Cantik mendapatkan pelepasan nya kembali.

 

Di tatap nya wajah Sunoo dengan pipi yang semakin memerah, serta mulut yang terbuka dan basah di kelilingi saliva, juga mata yang memandang nya sayu.

 

Sial, kalau gini mau gue hancurin aja, mana lubang nya ngenakin banget , racau Heeseung sambil mengelus pelan pipi Sunoo.

 

“Udah— udahh- jauhin vibrator nya— Sunghoon— ahh-“ Sunoo semakin kacau, ia menangis karena Sunghoon menstimulasi klitoris nya dengan vibrator.

 

Sunghoon mana mau mendengar, tetap meletakkan vibrator itu di klitoris Sunoo.

 

“Nangis nangis gini kamu keenakan. Udah pipis lagi aja.” Jawab Sunghoon sambil memutari klitoris itu dengan getaran dan vibrator.

 

Sunoo menggigit bibir nya, sialan ini enak banget tapi sakit tapi enak arghh , batin nya.

 

Heeseung maupun Sunghoon mengerang karena lubang Sunoo semakin sempit setelah pelepasan.

“Sunoo pinter banget. Lubang nya makin sempit udah pipis ya, hm?” Ujar Heeseung yang melihat Sunoo memejamkan mata nya, sambil meringis pelan.

 

Memancing kedua nya untuk mencapai pelepasan nya juga.

 

“Shitt— gue mau keluar-“ umpat Heeseung yang menggerakkan pinggul nya dengan cepat.

 

Sunghoon semakin menggeram dan menyentakkan pinggul nya juga dari belakang, “Makin sempit- makin berasa di pijet banget anjingg kontol gue-“

“Sesekhh— ughh— kalian makin gede-“ Sunoo meracau dengan tubuh yang semakin terlonjak di antara himpitan badan Heeseung dan Sunghoon.

 

Lubang Sunoo semakin sesak, karena gesekan dari penis Sunghoon dan Heeseung di dalam.

Belum lagi titik manis nya yang terus menerus di sodok membuatnya semakin sensitif.

 

Ingatkan Sunoo untuk mengecek badan nya besok pagi, yang pasti akan terdapat banyak bercak biru dan ungu.

 

Heeseung dan Sunghoon bermain cukup bar bar, beruntung pain tolerance nya cukup tinggi.

Sehingga, rasa nikmat dan sakit ia terima bersamaan.

 

“Tahan ya, sampai kita keluar— ugh—“ Ujar Heeseung.

Rasanya miliknya sudah berada di ujung.

 

Miliknya dan milik Sunghoon semakin bergesekan di dalam sana, ingin mencapai pelepasan di lubang hangat dan sempit milik Sunoo.

 

Sunghoon mengeratkan pegangan nya pada pinggang Sunoo, “Ahh- keluar—“

Seketika Sunoo merasakan lubang nya menjadi hangat.

 

Fuckk— memek kamu emang paling mantap sayang- bikin aku keenakan.” Puji Sunghoon yang masih tinggi. Mata nya memejam karena pelepasan nya.

 

Badan Sunoo yang dipeluk dari belakang oleh Sunghoon, leher jenjang itu diberikan kecupan-kecupan ringan agar Sunoo bisa lebih tenang meskipun masih di gempur dari arah depan oleh Heeseung.

 

“Angethh— ughh-“ racau Sunoo saat merasakan adanya pelepasan di dalam tubuhnya. Titik manis nya kerap terkena tumbukan kedua penis kembali membuatnya ingin keluar kembali.

 

“Enak ya, titik manis kamu aku sentuh terus pake kontol aku. Ayo keluar lagi— ahh-“ Ujar Heeseung melihat ke arah Sunoo yang memejamkan matanya—terlihat meringis keenakan.

Sedang Heeseung masih fokus mengejar pelepasan nya, tak lama selang tiga tumbukan, badan nya bergetar sambil memeluk Sunoo.

 

“Ughh— pipissh- masa pipishh- lagi—“ Sunoo mencicit kecil di pelukan Heeseung. Merasa akan keluar lagi.

 

I cum — ughh-” bisik Heeseung di telinga Sunoo.

Tak terasa Sunoo pun kembali squirt karena tumbukan Heeseung hingga badan nya ikut bergetar, “Pipishh— lagi— huhuhu-“

 

“Shit-“

“Shit!”

Heeseung dan Sunghoon kompak berjengit ketika merasakan cairan pelepasan Sunoo membasahi paha mereka.

 

Sunoo benar-benar tolol karena mendapatkan overstimulasi seperti ini.

Badan nya sangat sensitif sekali dengan sentuhan sedikit saja.

 

“Haa— ahh— huhuhu- hikss— pipis lagi— udah-“

Sunoo menangis lagi karena pelepasan nya.

 

Ketiga nya saling memeluk tubuh Sunoo yang berada di tengah-tengah.

Sunghoon meraih dagu Sunoo, lalu memagut bibir plump yang tampak bengkak itu, “Good job, cantik. Good job.

 

Sunoo langsung memagut kembali bibir favorit nya itu dan menyesap nya bibir bawah Sunghoon. Mencoba menyalurkan rasa lega nya.

 

Heeseung yang masih di tinggi nya hanya diam di ceruk Sunoo sambil mengecup nya pelan.

 

“Gimana? Enak kan?” Tanya Sunghoon pada Sunoo.

Tangan nya mengelus kembali perut rata Sunoo, “Penuh banget ya perut nya sayang?”

 

Sunoo hanya mengangguk, perut nya benar-benar terasa penuh karena pelepasan milik Heeseung dan Sunghoon.

 

Sunghoon menyeka air mata di pelupuk Sunoo, lalu mencium dua mata indah itu yang sedari tadi di buat menangis oleh nya dan Heeseung.

 

Heeseung melepas miliknya terlebih dahulu dan melihat ke arah bawah, cairan milik Sunoo, Sunghoon, dan miliknya bercampur menjadi satu.

Benar-benar luber sampai membasahi kasur di bawah nya.

Ah, ingin ia menggempur Sunoo lagi, namun kasihan melihat si Cantik yang terkulai lemas di pangkuan Sunghoon.

 

“Shit…” Heeseung terpukau bagaimana penampakan lubang Sunoo yang tampak membengkak. Lubang merah Sunoo terlihat cengap cengap.

Lalu Sunghoon pun mengeluarkan miliknya, hingga cairan berlomba-lomba keluar mengaliri paha Sunoo.

 

Heeseung terkekeh saat milik Sunghoon keluar, “Sunghoon, you better take a look this beautiful hole. Look how it gap after we use it restlessly. So beautiful.”

 

Jemari Sunghoon mengarah ke depan, ke arah lubang yang masih cengap cengap, “Fuck…”

 

“Basah banget…” lirih Sunoo merasakan lubang dan paha nya terasa luber.

 

Lubang nya masih kembang kemis, merasakan kekosongan yang tiba tiba ini.

Ingin rasanya lubang nya diisi lagi kontol— atau dua kontol juga boleh.

 

Ternyata double penetration tidak se menakutkan itu.

 

Selanjutnya, mungkin Sunoo akan ketagihan juga.

 

“Mau aku bantuin bersihin?” Tawar Heeseung sambil membungkukkan badan nya.

Sunoo menggeleng, “Ga us— ahh— Heeseung, janganhh— jorokkh”

 

Terlambat untuk menolak, mulut Heeseung mulai menjilati cairan mereka bertiga yang sudah tercampur.

 

Slurpp! slurpp!

 

Lidah nya menjilati lubang Sunoo sambil mengorek cairan nya agar semakin deras keluar.

“Haaa— ah udahh hee- udahh-“ racau Sunoo hingga terasa badan nya mulai berpindah ke kasur.

 

Tak ingin ketinggalan mencicipi, Sunghoon merebahkan Sunoo di kasur dan tampak menurunkan tubuhnya, mensejajarkan wajah nya dengan lubang Sunoo.


Heeseung yang paham menggeser sedikit badan nya.

 

Kini dua lidah menjilati lubang Sunoo, membersihkan kekacauan yang mereka buat pada lubang si Cantik.

Lidah Heeseung mulai mengemuti lagi klitoris bengkak Sunoo, sedangkan lidah Sunghoon mencolok colok lubang Sunoo dan menjilat cairan ketiga nya.

 

Jika begini, Sunoo bisa pipis lagi— dan mungkin akan menjadi pelepasan terakhirnya sebelum ia mendapatkan pelepasan yang kering.

Karena ia rasa cairan dalam tubuhnya sudah terkuras habis.

 

“No— udahh— hngg— ah—“ Terlambat, kini air membasahi wajah Heeseung dan Sunghoon di bawah sana.

“Haa— aku bilanghh- udah— capee— huhuhu-“ Sunoo hanya bisa meremat kuat pada selimut, lagi lagi pelepasan nya datang lagi menyembur kedua mulut dan wajah yang mengerjai nya di bawah.

 

Heeseung dan Sunghoon hanya terkekeh.

 

Sunoo benar benar sangat sesuatu.

 

“Memek nya bocor banget ya? Abis di kontolin dua kontol sekaligus enak ya?” Sunghoon memijat pelan bibir vagina Sunoo.

Sunoo hanya menggangguk, hingga ia memejamkan matanya— lelah karena pelepasan tanpa henti.

 

“Sayang, jangan tidur dulu. Kita belum nyusu lagi.” Sunghoon merangkak naik ke atas, lalu mencubit puting sebelah kiri.

Heeseung kemudian mengikuti Sunghoon, ia mencubit puting sebelah kanan.

 

“Ughh- puting aku lecettt— nantii-“ Sunoo yang merengek terkesiap melihat pemandangan di bawah nya.

 

Bagaimana Sunghoon dan Heeseung membuat kontak mata dengan sambil masing-masing mengulum puting bengkak nya itu.

Suara kecapan kedua nya terdengar seperti orang kelaparan.

 

“Ini kalo kita kenyot terus keluar susu ga ya?” Ujar Heeseung melepaskan hisapan nya sambil memencet puting basah itu.

 

Plop!

 

Suara decapan terlepas dari mulut Sunghoon, “Nanti kalo hamil, ada susu nya. Kayaknya makin gede ya sayang susu kamu nanti kalo hamil? Makin enak di kenyot nya.”

 

Sunoo diam tak menjawab, rasanya lelah namun jika dada nya di manjakan seperti ini ia tak menolak juga.

 

Kedua jemari nya tergerak mengusak surai Sunghoon dan Heeseung yang masih betah menghisap puting nya.

 

Tanpa Sunoo sadari, Sunghoon dan Heeseung melakukan kontak mata, merencanakan sesuatu.

Kedua jari mereka bergerak turun, lalu bersamaan kedua jari tengah itu masuk kembali merojok lubang basah Sunoo.

 

“Eunghh— ah!! Apaahh ini— Jangan di rojok lagiii!!” Sunoo tanpa sadar langsung menjambak kedua nya.

 

Clok! Clok! Clok!

 

Sunghoon melepaskan hisapan nya, “Keluar lagi buat kita. Terakhir kali nya, sayang.”

Sementara itu Heeseung bergerak multi-tasking — jari tengah tangan kanan nya merojok lubang Sunoo, mulut nya menghisap puting, sedang tangan yang menganggur mencubit puting yang menganggur.

 

Sunghoon merangkak, membawa Sunoo ke dalam ciuman nya.

Menyesap kembali bibir plump yang tampak bengkak karena terus menerus mendapatkan ciuman.

Sunoo mendekap Sunghoon, di rasa ia akan mendapatkan lagi pelepasan.

 

Syurr!

 

Kedua jari Sunghoon dan Heeseung basah lagi oleh squirt Sunoo, kali ini tidak sebanyak pelepasan sebelumnya.

 

“Sunghoonn- fuck you !!” Sunoo terengah-engah sambil melepaskan ciuman nya dengan Sunghoon.

 

Cup!

 

Sunghoon mencuri kecupan bibir plump itu, “ We already fuck you good, pretty.

Heeseung menjilati jari nya, merasakan pelepasan Sunoo.

You taste so fucking good, Sunoo.” Heeseung membawa dirinya ke arah Sunoo.

 

Cup!

 

Sekali lagi, sebuah kecupan mendarat di bibir plump milik Sunoo.

Fuck you.. Heeseung.” Sunoo memejamkan mata nya. Terasa sangat berat.

 

Heeseung hanya terkekeh, “Cape banget ya kayaknya abis di garap.”

Sunghoon tertawa, “Padahal gue masih pengen gempur memek nya.”

Not gonna lie , memek nya Sunoo enak banget. Gue juga pengen gempur lagi, hahaha.” Ujar Heeseung yang berakhir dengan tawa dari mulut kedua nya.

 

“Aku denger ya kalian ngomong apa.” Lirik Sunoo.

Lowkey , ia senang karena hasrat mereka bisa terpuaskan.

 

Ini adalah permainan yang cukup gila bagi Sunoo— namun sangat memuaskan.

Mungkin jika di paksa keluar lagi, ia akan mengalami orgasme kering.

 

Sunoo sendiri tidak mau menghitung berapa kali pelepasan menjemput nya.

 

Jika ia menghitung, mungkin permainan kali ini adalah rekor nya.

Dan juga, kini Heeseung paham— dan wajar saja, mengapa Sunghoon begitu menyukai kegiatan di ranjang nya dengan Sunoo.

 

Sunoo’s body.. such a wonderland.

 

***

 

Maybe, it would be the best sex they ever had. Best experience with unexpected person.

 

Bagaimana tidak?

 

Sunghoon dan Sunoo melibatkan Heeseung— totally stranger , ke dalam kegiatan intim mereka.

 

Beruntung Heeseung dapat menyamai kegilaan mereka berdua.

Service lo oke juga.” Ujar Sunghoon.

“Mau jadi partner threesome lagi ga? Keenakan pacar gue sama lo. Ternyata seru juga liat pacar gue di ewe orang lain.”

 

Heeseung hanya tersenyum samar, “Kalo lo nawarin masa gue tolak?”

Badan Sunoo bagaikan jackpot untuk Heeseung, dan terlalu sayang untuk di lewatkan.

 

Di lain waktu, bisa ngga ya cuman having sex sana Sunoo aja?

Heeseung membatin sambil melihat Sunoo yang tertidur pulas.

 

Setelah itu, kedua nya membawa Sunoo ke kamar mandi untuk di bersihkan dari hasil permainan gila ketiga nya.

 

Mereka tak ingin si Cantik yang sudah di garap habis-habisan tidur dalam keadaan tak enak.
Ketiga nya mandi di jazucci dengan membersihkan Sunoo terlebih dahulu.

 

Dengan hati-hati kedua nya membersihkan tubuh Sunoo yang berkeringat, juga mengeluarkan cairan milik mereka di dalam Sunoo.

Sunoo yang setengah sadar hanya mampu menerima perlakuan dari Sunghoon dan Heeseung tanpa perlawanan.

 

Setelah mereka beres membersihkan diri, ketiga nya tidur bersama di kasur.

 

Heeseung pun terlalu lelah untuk pulang di jam larut ini.

 

Kedua lengan kekar itu menyelimuti tubuh Sunoo, membawa pada kehangatan untuk melewati malam yang lelah namun menyenangkan itu.

 

***

 

Heeseung mengernyit, mengapa rasanya ada sesuatu yang hangat menyelimuti bagian bawah nya?

 

Mata nya mengerjap, melihat ke arah bawah.

 

Betapa terkejutnya ia, penis nya berada di dalam mulut Sunoo. Mulut hangat itu melingkupi miliknya yang tegang, biasa, morning wood.

 

Kemudian melihat keadaan sekitar, namun hanya ada mereka berdua— tanpa kehadiran Sunghoon.

 

Plop!

 

Sunoo melepaskan kuluman hangat nya.

Wanna have some tasty breakfast in bed, want you? ” Bisik Sunoo.

Just the two of us, Sunghoon leave early. Dia ada meeting dadakan di kantor.”

 

Heeseung hanya bisa memejamkan matanya, ketika mulut hangat itu kembali mengulum penis miliknya. Terasa lidah Sunoo menari di batang penis nya sambil sedikit menghisap masuk ke dalam mulutnya.

 

Wah, beneran gila Heeseung kali ini.

 

This one, will be the greatest breakfast he ever had.

 

***

FIN.

Notes:

Hai!
Huft after a long time and wait as well, i finish this threesome story lol T_T

Oh yaa, happy new year everyone! ^^
Semoga semuanya lebih baik lagi di tahun iniii!
Apa kabar?
Aku harap kalian enjoy dengan cerita nya yaa dan terimakasih juga sudah baca!

Don’t forget to tap kudos button and give me a feedback to improve~

Once again, thank you! ^^

warm regards,

preciousssun

Nb: Lagi garap untuk chapt 2 Together (Mess Their Skirt), tolong tunggu sedikittt lagi~

Series this work belongs to: