Work Text:
“Permisi, paket!” Terdengar suara nyaring dari luar apartemen Sunoo.
Sunoo yang sedari tadi sedang bersantai sambil bermain hp karena bosan menunggu pacar nya datang langsung lari terbirit-birit ke depan pintu.
“Makasih!” Selesai nya kurir memeriksa paket yang di antar nya, Sunoo langsung masuk ke dalam sambil bergumam riang.
Dengan semangat ia membuka isi paket nya itu.
Terlihat buntalan kecil berwarna pink tua di genggaman Sunoo saat ini.
“Lucu banget, mana bahan nya halus banget lagi..” Sunoo menggumam sambil mengelus isi paket itu— yang tidak lain adalah vibrator flam1ng0 yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Sunoo pun mencoba mengetes dengan menyalakan vibrator tersebut dan mata nya semakin sumringah melihat benda itu kini bergetar di tangan nya.
“Getaran nya oke juga sih ini. Kayak nya cukup bisa bikin gue kelojotan kayak pas di kontolin beneran.” Sunoo mencoba menaik-turunkan pengaturan nya guna mencoba melihat seberapa dahsyat getaran nya.
Sejujurnya Sunoo tidak sabar untuk mencoba mainan baru nya itu, lantas ia mencuci vibrator itu agar lebih bersih dan higienis.
Karena ia bosan dan cukup horny—terasa dari vagina nya yang mulai basah, ia duduk menyender di sofa sambil membuka celana nya dan mengangkang lebar. Terlihat cairan yang menjuntai seperti benang saat ia menarik celana dalam nya.
Baju nya pun ia tarik ke atas dan memperlihatkan kedua puting nya yang mulai menegang. Sunoo sedikit bergidik karena badan nya tersapu angin.
Perlahan ia mulai mengelus badan nya dengan memainkan puting yang menegang karena terkena angin. Sunoo selalu merasa keenakan bahkan hanya memainkan puting nya. Ia mencubit dan menarik puting nya secara perlahan. Memainkan puting kanan dan kiri nya secara bergantian hingga mengeras sepenuhnya.
Tangan nya mulai menjalar ke bawah mengelus pinggang nya pelan lalu menangkupkan telapak tangan di depan vagina nya. Sunoo perlahan mengelus tonjolan klitoris nya.
Gerakan nya kemudian berubah menjadi friksi hingga Sunoo mulai merasa geli.
Saat perlahan lubang nya mulai lebih rileks dan semakin basah, Sunoo memasukan 2 jari nya terlebih dahulu sebagai pemanasan.
“Hmm— ahh—“ Dua jari Sunoo mencolok lubang sambil gerakan kearah atas sambil mengorek agar cairan nya semakin banjir.
Apartemen yang hening itu kini berubah dengan terdengar alunan suara kecipak yang di hasilkan oleh 2 jari Sunoo di dalam lubang nya.
Sunoo dengan nafas yang memburu mengeluarkan jari nya dan meratakan cairan pelumas alami milik nya di sekitar bibir vagina nya.
Setelah di rasa becek, ia pun menggesek-gesekan vibrator di depan lubang nya yang mulai cengap-cengap.
Perlahan buntalan pink yang berada di tangan nya dimasukan ke dalam vagina nya.
Jleb!
Dengan mudah lubang nya menghisap vibrator itu, ya rasanya lumayan lah seperti tersumpal oleh kontol—meskipun milik kekasih nya lebih gemuk dan panjang.
Sunoo meraih gawai nya untuk mengaktifkan vibrator nya. Vibrator sudah terhubung dengan aplikasi di gawai nya untuk menjadi remote control.
Sunoo mencoba dari getaran paling kecil. Pada tingkat getaran awal, Sunoo tidak terlalu merasakan geli hingga ia nekat mengatur setting hingga tingkat ke 4.
“AH!” Tubuh nya sedikit terkejut lantaran getaran nya lumayan kencang.
Dengan semangat nya Sunoo mulai memaju-mundurkan kan mainan tersebut di dalam vagina nya sehingga liang nya terasa di korek dengan nikmat.
“Uhh—fuck— fuckk. Enakhh—“ Sunoo masih tetap dengan posisi mengangkang lebar sambil mencari titik g-spot nya. Lendir yang keluar dari vagina Sunoo semakin banjir.
Hingga akhirnya ia menemukan titik g-spot nya dan seketika membuat ia sedikit berteriak, “ARGHH— FUCKK I GOTH YOUU—“
Sontak sekujur tubuh nya terasa tersengat listrik karena getaran yang lumayan tinggi dari vibrator itu mengenai titik nikmat nya.
Bukan nya memelankan tempo, Sunoo semakin bersemangat menumbuk titik nikmat nya.
Mungkin jika ada yang melihat nya, mata nya sudah melingkar ke belakang hingga hanya menyisakan putih nya, menandakan ia kelojotan.
Clok, clok, clok!
“Hmm— ahh—“ Lidah Sunoo terjulur keluar saking keenakan nya titik nikmat nya yang terus ia tumbuk.
Tangan nya terasa pegal sehingga ia mengubah posisi nya sekarang. Hawa yang panas membuat ia membuka baju hingga akhirnya ia sepenuhnya bertelanjang di sofa.
Posisi nya kini berubah menjadi rebahan dengan tangan yang menumpu badan nya dari samping, sehingga getaran nya serasa menyengat seluruh tubuh Sunoo namun terasa sangat nikmati.
Sambil menggerakkan pinggul nya maju mundur mencari friksi, ia memainkan kedua puting nya yang sebelumnya dianggurkan.
Sunoo merasa semakin keenakan karena titik sensitif nya terus di stimulasi dan tidak dapat mengontrol desahan dan badan nya yang saat ini semakin meliuk-liuk.
“Ugh—fuck— inihh hhh enakh anjinggh haa.” Sunoo meracau tidak jelas sambil membuka kaki nya untuk mengucek klitoris nya.
Getaran itu semakin lama semakin menekan ke arah g-spot nya yang membuat Sunoo semakin pusing. Semakin lama tumbukan itu semakin membuat nya menggelinjang hingga ia merasa bagian bawah nya semakin tertekan.
“Haa— haaa—“ Nafas Sunoo semakin terengah-engah.
Hingga di titik ini, satu tumbukan lagi mungkin ia akan sampai puncak nya hingga squirt.
Tangan nya yang mengucek klitoris nya semakin cepat, hingga akhirnya—
SYURRR—
“Arghh— enakh bangettt anjinghh- FUCKK PIPISSS—“ Bak air mancur, Sunoo mengeluarkan squirt yang cukup deras hingga membasahi sofa dan menciprat ke lantai.
Telapak tangan Sunoo tetap menepuk-nepuk vagina nya yang masih mengeluarkan cairan bening itu.
Sunoo masih terengah-engah dari tinggi nya, mengambil nafas sebanyak-banyak nya.
Ia rasa mainan ini akan menjadi salah satu favorit nya karena mampu membuat ia kelojotan hingga terkencing-kencing.
“Wow. Good job, Princess. Ga sia-sia ya mainan hasil checkout kemarin. Selain kontol aku, mainan ini bisa bikin kamu keluar banyak.” Sunoo kemudian disadarkan oleh suara kekasih nya yang sedang berdiri dekat pintu masuk.
Sunoo hanya tertawa, “Welcome home, Honey. Aku kira kamu belum pulang jadi aku tes mainan ini. Eh tau nya malah jadi pertunjukan buat kamu.”
Sunghoon menghampiri Sunoo yang keadaan nya cukup berantakan—peluh di kening nya, pipi yang merah.
Sunghoon mengecup kilat bibir Sunoo.
“Enakan mainan ini apa kontol aku?”
“This toys can’t against your dick. Udah paling juara kalo punya kamu.” Sunoo membalas mencium kembali bibir tipis kekasih nya itu.
“Kamu udah lama diem disitu? Kok ga join aja pas liat aku main solo. Jujur aku jadi agak malu ketauan kamu masturbasi.” Sunoo sedikit cemberut dan malu sesungguhnya karena kepergok kekasih nya ini.
Melihat pacar imut nya ini cemberut, Sunghoon tertawa sambil mencubit pelan pipi Sunoo.
“Aku pengen liat kamu kalo lagi masturbasi kayak gimana. Yaa, as expected, binal. Sampe keluar agak kedenger kamu teriak tau, awalnya aku udah overthinking kamu having sex sama orang lain???”
Sunoo membelalakan mata, “Aku ngedesah sampe kedenger keluar??!?!”
Sunghoon menganggukan kepala nya, “Beneran ga boong. Eh tapi pas aku liat, kamu lagi uget-uget sambil mainin pentil.”
“Tapi beneran kamu keenakan banget sampe aku mau interupsi juga ga sampai hati. Jadi aku nunggu kamu beres deh.” Ujar Sunghoon sambil merapihkan rambut Sunoo yang sedikit berantakan.
Ya, walaupun sebenarnya pemandangan Sunoo yang seperti tadi membuat nya ketar ketir hingga membuat Sunghoon kecil mengembung di dalam celana.
“Makasih ya, Honey.” Sunoo menyenderkan kepala nya di sebelah Sunghoon.
“Mau dibikin kencing lagi ga, Sayang? Kali ini kamu basahin muka aku, bukan sofa di sebelah itu.” Sunghoon berkata sambil menunjuk area sofa yang terlihat berwarna gelap karena cairan squirt Sunoo.
Sepertinya besok mereka harus bergotong royong mengangkut sofa itu ke balkon.
Namun Sunoo saat ini masih di liputi rasa ingin merasakan ‘enak’.
“Mau. Pengen kencingin muka, Sunghoon.” Sunoo memasang puppy eyes pada Sunghoon.
“Please eat me, Honey.”
Sunghoon yang di beri lampu hijau kemudian mencoba menyalakan kembali vibrator yang masih bersarang di vagina Sunoo dengan intensitas yang kecil.
“Honey, ini kenapa dinyalain juga vibrator nya..” Kini posisi Sunghoon bersimpuh di depan vagina Sunoo yang terduduk pasrah.
“Biar kamu makin keenakan, Sayang. Mau kan di bikin makin enak?” Titah Sunghoon seperti perintah untuk Sunoo sehingga ia tak membantah nya.
Di kecup kupu-kupu paha dalam Sunoo sambil sedikit di bumbui gigitan kecil. Paha Sunoo yang putih mulai terlihat sedikit memerah akibat perbuatan Sunghoon.
Sambil mengecup dan mengelus paha dalam Sunoo, Sunghoon mulai memajukan muka nya hingga bergesekan dengan klitoris Sunoo.
Pada dasar nya Sunghoon jahil, ia menggesekkan hidung mancung nya itu pada klitoris Sunoo.
Untuk beberapa saat Sunghoon mengulangi ritme nya memainkan paha dalam lalu menggesekkan hidung nya hingga Sunoo tidak sabar.
“Honey.. stop teasing me.” Suara Sunoo menginterupsi kegiatan Sunghoon di bawah sana yang masih betah mengecup paha dalam yang sekal milik cantik nya ini.
Kedua nya tidak ada yang memutuskan eye contact sejak tadi.
Karena Sunoo sudah merengek, Sunghoon kemudian kembali menggesekkan hidung nya dan menghidu wangi vagina Sunoo yang sudah mengeluarkan cairan kenikmatan—dan Sunghoon sangat suka aroma itu.
Perlahan Sunghoon mulai menjulurkan lidah nya dan menjilati sekitar labia mayora.
Tangan Sunghoon pun tak diam begitu saja.
Satu tangan menyingkap labia mayora, dan yang satu nya bertengger apik di puting sebelah kiri Sunoo yang sedang ia mainkan.
Sedang Sunoo sibuk melihat ke arah bawah sambil menyugar rambut Sunghoon—sebagai tanda menyalurkan rasa nikmat nya.
Klitoris Sunoo mulai di jilat-jilat perlahan oleh Sunghoon dan menyebarkan rasa geli sekaligus enak untuk Sunoo.
Pikiran Sunoo kembali melayang dengan tiga titik sensitif di tubuh nya di mainkan secara bersamaan.
“Ahh— Enak, honeyh— Hmm—“ Sunoo menggigit bibir bawah nya menyaksikan Sunghoon yang semakin mempercepat permainan lidah di klitoris nya.
Bersamaan dengan lidah nya yang bermain cepat di klitoris nya, Sunghoon menyentil kedua puting Sunoo dengan kecepatan yang cepat juga hingga Sunoo merasa kelojotan.
“AHHH— HONEYHHH— PELANNN-“ Sunoo semakin mencengkram rambut Sunghoon yang tentu membuat Sunghoon semakin bersemangat.
Kini satu tangan Sunghoon berpindah memegang vibrator dan merojok hingga menumbuk g-spot Sunoo dengan cepat.
“HONEYYHH— ARGHH— SUNGHOON!!” Di titik ini Sunoo merasa sudah ter overstimulasi hingga ia menangis keenakan.
Sambil menghisap klitoris Sunoo dengan kuat, Sunoo merasa ia sudah akan berada di puncak lagi.
“ARGHHH— HONEYY— PIPISHHH” Mendegar rintihan si cantik, Sunghoon meraih gawai Sunoo yang ada di sebelah nya dan mulai mencoba menaikkan kecepatan hingga hampir maksimal.
Sunoo menggeleng-gelengkan kepala nya serta kaget hampir terlonjak dari duduk nya, “FUCKKK— ARGGH— CEPETHHH HAA CEPETHH—“
Sunghoon hanya tersenyum licik sambil menjilat kembali klitoris Sunoo dengan cepat.
“GA KUATHH— HAAA PIPISHH—“ Sunoo meracau sambil tubuh nya bergerak menggelinjang tidak kuat dengan over stimulasi yang di berikan.
Sunghoon mengganti lidah nya dengan tangan yang mengucek klitoris Sunoo.
“Cum for me, Sayang. Mana yang tadi mau pipis in aku, hmm?”
Sunghoon menatap lamat-lamat Sunoo yang kini terpejam dengan muka yang memerah, air mata yang sedikit berlinang dari mata cantik berwarna Hazel itu, bibir plump yang sedikit terbuka.
SYURRR—
“FUCKKKHH— ARGHH— PIPISSSSS—“ Sunoo berteriak seiring dengan cairan nikmat nya yang membasahi muka Sunghoon.
Sunghoon tersenyum senang sambil merasakan rasa dari semburan cairan nikmat milik si cantik. Di teguk nya cairan itu, meskipun sebagian menyembur ke arah muka dan kemeja nya.
“Manis. Thanks for cumming for me, Sayang.” Sunghoon menjilati sisa cairan itu yang membasahi vagina Sunoo.
Sunoo masih menangis karena keenakan, “Honey, thank you. Makasih udah bikin aku keenakan.”
Lowkey, Sunoo like being overstimulated and Sunghoon really such a tease.
No wonder, they’re really match with each other.
Sunghoon mengecup vagina Sunoo lalu bangun dari posisi yang bertekuk di bawah dan memagut ranum Sunoo dan memperdalam ciuman nya. Berbagi rasa dari cairan kenikmatan yang di keluarkan Sunoo.
Sunghoon memutus ciuman nya, “Kamu bisa rasain kamu di dalem bibir aku kan? You’re so sweet, Sayang. Never get enough to taste you.”
Menjatuhkan diri di sebelah Sunoo kemudian kedua nya saling berpelukan.
“Honey, you’re hard.” Sunoo melihat ke arah selangkangan Sunghoon yang mengembung.
“You want me to help you?” Ujar Sunoo sambil mengelus milik Sunghoon dari balik celana kain.
“Please help me.” Sunghoon membawa tubuh telanjang Sunoo ke atas pangkuan nya.
Sunghoon memeluk tubuh telanjang Sunoo, “Main di kamar mandi aja ya. Kamu butuh mandi, Sayang.”
Sunoo mengangguk mengiyakan.
Kedua nya larut dalam pikiran masing-masing. Hingga Sunghoon meraba-raba vagina Sunoo yang masih tersumpal vibrator.
“Sayang, do you wanna doing something fun more than like we used to?”
Sunoo melemparkan muka tanda tanya, namun di balas oleh senyum misterius Sunghoon.
Ahh. Sunghoon dan otak mesum nya itu.
Tapi sayang— dia juga selalu suka dengan ide Sunghoon.
***
Di hari selanjutnya, Sunoo dan Sunghoon terlihat berdiri di depan apartment menunggu taksi jemputan nya datang.
Outfit kedua nya terlihat santai, kedua nya hanya memakai kaos dan celana jeans.
Namun kali ini Sunoo memakai short pants yang sangat pendek yang terlihat membungkus pantat semok nya.
“Honey, beneran nih?” Sunoo bertanya kepada Sunghoon.
Sunghoon mengacak surai Sunoo pelan, “Kenapa? Kamu takut ketauan, hmm?”
Sunoo menggeleng, “Kalo semisal nanti ketauan driver nya terus kita di viral in, gimana?”
“Semisal ketauan kita ajakin main aja ga sih?” Sunghoon yang asbun langsung mendapatkan cubitan dari Sunoo dan hanya mengaduh karena cubitan nya cukup sakit.
Tin tin!
Terdengar klakson mobil ke arah kedua sejoli itu.
Sang supir berhenti tepat di depan kedua nya dan menurunkan kaca, “Kak Sunghoon?”
Sunghoon tersenyum, “Ya betul, Kak.”
Kemudian Sunghoon menggandeng Sunoo untuk duduk di jok belakang, sedangkan Sunoo terlihat sedikit salah fokus melihat ke arah sang supir.
Ganteng dan menarik. Mungkin itu kira-kira yang muncul di kepala Sunoo.
Ide Sunghoon cukup gila—meminta Sunoo bermain dengan vibrator nya di dalam taxi dengan di bawah kendali Sunghoon.
Sunoo cukup skeptis dengan saran dari Sunghoon, namun setelah melihat driver nya yang tampan malah membuat Sunoo bersemangat.
“Tujuan nya ke mall XX ya, Kak.” Tanya driver yang bernama Heeseung itu.
“Iya, Kak.” Jawab Sunghoon yang tengah mempersiapkan ‘mainan’ nya itu.
Ohh nama nya Heeseung, batin Sunoo.
Saat mobil meninggalkan pelatatan apartment, Sunghoon mulai melancarkan aksi nya.
Posisi duduk Sunoo yang di belakang supir dan Sunghoon di sebelah nya.
Sunghoon mengikis jarak dengan Sunoo sambil mengelus paha si cantik dengan sensual.
“Buka celana nya, Sayang.” Bisik Sunghoon sambil mengecup daun telinga Sunoo.
Salah satu titik sensitif nya yang mulai di stimulasi Sunghoon mulai membuat dia sedikit gelisah.
Dengan perlahan, Sunoo menurunkan hot pants nya dan terlihat dalaman berbentuk g-string menangkup vagina nya.
Tidak di pungkiri, adrenalin kedua nya mulai terpacu. Sedangkan sang supir masi belum menyadari kegiatan macam apa yang di lakukan oleh penumpang nya.
Sunghoon menarik pelan paha Sunoo agar si cantik mengangkang dan mulai ikut mengelus vagina nya dari luaran g-string.
Jari Sunghoon mulai menjalar ke klitoris dan mengucek nya perlahan.
“Sayang, lepas aja g-string nya.” Titah Sunghoon.
“Kamu geseran dikit deh. Kata nya mau nge record juga kan?” Ujar Sunoo dengan gestur sedikit mendorong Sunghoon.
Saking bersemangat nya, ia hampir lupa untuk mendokumentasikan nya.
Kamera mengarah pada Sunoo yang sedang melepas hot pants nya dulu dan melepas g-string nya.
Dengan centil Sunoo menunjukan g-string nya kepada Sunghoon dan disambut kekehan. Karena takut ketahuan, Sunoo memakai dulu lagi hot pants itu.
“Honey, udah siap?” Tanya Sunoo yang menimang-nimang ‘mainan’ di tangan nya.
Sunghoon mengangguk sambil terus merekam kegiatan mereka.
Sunoo sedikit melihat ke arah Heeseung yang masih fokus dengan jalan.
Setelah di rasa aman, perlahan Sunoo menurunkan hot pants nya dan terlihat vagina yang tidak di tutupi apapun.
“Shh~” Sunoo sedikit berjengit saat AC di dalam mobil yang dingin bersentuhan dengan vagina nya yang tidak di lapisi apapun.
Kemudian Sunoo menaikkan satu kaki nya keatas hingga posisi mengangkang, dan terlihat vagina nya di layar kamera Sunghoon.
Sementara itu, Heeseung yang penasaran dengan keadaan penumpang nya mengecek melalui kaca.
Sontak Heeseung sedikit terkejut dengan penampakan penumpang yang cantik itu terlihat mengangkang.
Otak Heeseung mulai traveling namun ia harus tetap fokus menyetir.
Kini terlihat Sunoo yang mengerling centil ke arah Sunghoon sambil menuangkan cairan pelumas dan menyebarkan di sekitar bibir vagina nya.
“Hmmm—“ Sunoo sedikit mendesah saat pelumas yang dingin itu menyatu dengan vagina nya.
Sunoo mengucek klitoris nya dengan tangan kiri sedang tangan kanan nya memegang mainan nya.
Tanpa sadar, kucekan Sunoo di klitoris nya membuat vagina nya mengeluarkan pelumas hingga menimbulkan suara kecipak.
Di lain sisi, Sunghoon bersemangat sampai ikut mengucek vagina Sunoo.
Sementara Heeseung menegang di kursi kemudi nya.
Ada gila nya ini, batin Heeseung.
Heeseung mulai melirik kembali ke arah dua sejoli itu yang mulai larut dalam permainan nya.
Sunoo yang mulai merem melek karena mengucek vagina nya dengan bantuan Sunghoon mengangkang lebih lebar.
Sunghoon bersiap dalam posisi nya lagi sambil menyorot ke arah vagina Sunoo yang mulai cengao-cengap meminta diisi.
Dengan mudah nya, Sunoo memasukkan vibrator ke lubang vagina nya.
“Ahhh—“ Desah nya tertahan ketika vibrator itu masuk seluruh nya ke dalam lubang nya.
Mendengar suara desahan tertahan di belakang nya, Heeseung melihat muka si cantik yang memejamkan mata seperti sedang berusaha menahan sesuatu.
Heeseung mulai bertanya, apakah mereka melakukan nya dengan sex toys?
Sunghoon meraih ponsel nya yang terhubung dengan vibrator itu mulai memegang kendali.
Sunoo kembali duduk dengan posisi tegak setelah berhasil memasukan vibrator, takut ketahuan driver.
Rasanya agak mengganjal di dalam lubang nya namun enak.
Sunghoon mulai memainkan dari getaran yang rendah.
Dilihat dari gelagat Sunoo, ia masih bisa menahan getaran itu.
Melihat tidak ada perubahan dari gerak gerik Sunoo, Sunghoon menaikkan tingkatan 3 kali lebih tinggi.
“Sunghoon!” Sunoo berbalik ke arah Sunghoon sambil melotot.
Bukannya kesal, Sunoo malah senang dan merasa paha nya mulai sedikit bergetar.
Sang oknum hanya tersenyum licik.
Sunoo menatap ke arah kamera, lalu menaikkan kaos nya hingga terlihat dada nya yang berisi serta puting nya sedikit tegang.
Tanpa memutus kontak mata, Sunoo meremas dada nya dan memainkan puting nya.
Ia mencubit lalu memplintir kedua puting nya secara bersamaan.
Hingga tidak sengaja meloloskan sedikit desahan, yang ia rasa seperti nya terdengar oleh sang driver.
Lagi-lagi Heeseung mengernyitkan kening nya.
Wah ga beres sih ini, pikir nya kembali.
Fokus Heeseung kini terbagi menjadi dua, antara jalanan dan kegiatan penumpang yang ada di belakang nya.
Saat ini Sunoo mulai memaju mundurkan vibrator nya sambil bersandar ke kursi dan mengangkang dengan lebar.
Kepala nya mulai pening karena stimulasi yang di berikan.
Mata nya sudah cukup sayu karena menahan rasa keenakan dari benda bergetar yang terus menumbuk inti tubuh nya ini dan adrenalin nya yang semakin terpacu mengingat ada orang selain dirinya dan Sunghoon di mobil.
“Shh— ahhh—“ Sunoo mencoba mencari titik manis nya.
Sesekali ia keluarkan vibrator nya lalu dimainkan di sekitar labia mayora dan klitoris nya yang sensitif.
“Ahh— gilaah- enakk-“ Kalimat inkoheren mulai keluar dari mulut Sunoo sambil memasukan kembali vibrator ke dalam lubang nya yang semakin banjir.
Melihat si Cantik semakin keenakan, Sunghoon menambah lagi intensitas kecepatan vibrator.
Seketika tubuh Sunoo terlonjak lagi.
Akhirnya benda itu mengenai titik manis nya. Seketika badan nya menggelinjang dan sedikit gemetar karena titik manis nya di berikan stimulasi dari vibrator kecepatan tinggi itu.
Sunoo meremat lengan Sunghoon, “Ahh— fuckk— kenaahh- ahh— udahhh-“
Masih fokus merekam, Sunghoon melihat dengan seksama keadaan Sunoo.
Kurang lebih rambut depan nya cukup lepek karena keringat dan muka nya cukup memerah.
Keadaan Sunoo yang cukup berantakan ini cukup seksi dan menggairahkan untuknya.
Tidak dipungkiri, bagian selatan nya sudah cukup menegang hingga membuat tenda di selangkangan nya.
Kemudian pandangan Sunghoon beralih kepada sang driver.
Dilihat dari gerak gerik sang driver sepertinya sudah mengetahui kegiatan mereka berdua.
“I— wannah- cumhh-“ Bisik Sunoo sambil memandang ke arah Sunghoon dengan mata merem melek keenakan.
Sedang tangan Sunoo semakin bergerak dengan lincah dengan satu tangan menggerakan vibrator keluar masuk dari liang nya sampai suara kecipak mulai terdengar nyaring dan tangan satu nya lagi mulai mengucek klitoris nya sendiri.
Ini situasi anjir apa buset, pikir Heeseung.
Bagaimana mungkin ia pura-pura budeg sedangkan suara kecipak ini terdengar lumayan nyaring?
Jujur saja Heeseung menjadi sedikit tegang memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh penumpang nya ini.
Kemudian dengan seksama ia memandang ke arah kaca agar bisa sedikit mengamati.
Sunghoon melihat kearah sang driver ternyata mengamati kegiatan kedua nya melalui kaca hanya tersenyum.
“Kak, maaf ya kalo berisik. Pacar saya kalo keenakan suka berisik.” Sunghoon dengan terang-terangan akhirnya mengakui nya kepada Heeseung.
“Iya, gimana, Kak?” Heeseung mencoba memastikan lagi apa pendengaran nya tidak salah.
Bukan nya menjawab, Sunghoon menambah intensitas getaran hingga hampir maksimal.
Sunoo terkejut dan tidak sempat mengontrol desahan nya, “HMM— AAHH— HONEYY-“
Merasa semakin tinggi dan butuh pelepasan, Sunoo sudah tidak memperhatikan keadaan di sekitarnya lagi.
Lagipula, pada akhirnya Sunghoon membocorkan kegiatan nya kepada Heeseung.
Bukan nya merasa malu, namun adrenalin Sunoo semakin terpacu hingga merasa sangat terangsang.
Suara lengkingan Sunoo yang terdengar keenakan mampu membuat Heeseung jadi turn on.
Ia mengamati dari kaca penumpang nya yang sudah cukup berantakan keadaannya.
Clok, clok!
Suara kecipak yang di hasilkan Sunoo semakin nyaring, dan membuat keadaan di mobil menjadi panas.
Tak ayal, baik Sunghoon maupun Heeseung tidak kuasa menahan hasrat nya karena suara yang di hasilkan oleh Sunoo terlalu vulgar.
Titik g-spot nya yang di tumbuk secara terus menerus oleh vibrator membuatnya semakin mabuk kepayang. Paha nya bergetar seiring dengan inti tubuh nya yang mendapat tumbukan secara terus-menerus.
“Shhh— Honeyhhh, i wanna cummhh-“
Sunoo yang tidak punya tenaga lagi terus menumbuk lubang nya dengan cepat demi mencapai puncak nya.
“Cum for us, sayang. Come on, sayang.”
Tak ingin terlalu lama membuat si Cantik menahan orgasme nya, Sunghoon membantu Sunoo mengucek klitoris nya.
Kucekan tangan Sunghoon yang cepat dan tumbukan vibrator secara terus menerus membuat nya semakin sensitif terhadap sentuhan.
Sunoo yang semakin merasa pelepasan nya sudah di ujung hanya memejamkan mata nya dan fokus menumbuk titik kenikmatan nya.
“Fuckkkk— cummingg—“
SYURRR— SYURRR—
Setelah tiga tumbukan terakhir, Sunoo squirt dan pelepasan nya membuat karpet serta jok basah.
“Ahh— sensitifhh— Udahh haa udahhhh-“ Klitoris Sunoo yang sudah merah merekah dan sangat sensitif itu masih di usap dan di tampar pelan oleh Sunghoon membuat squirt Sunoo mengucur hingga habis.
Sunghoon menyodorkan jari-jari nya yang basah untuk Sunoo jilat guna membersihkan dan merasakan rasa pelepasan nya.
“So good for me, Sayang.” Sunghoon menyudahi rekaman dengan mendekatkan kamera pada vagina Sunoo yang basah dan merah merekah setelah pelepasan.
Sunoo masih meraup oksigen banyak-banyak karena pelepasan nya ini.
Hilang sudah rasa malu itu terganti dengan kenikmatan tiada tara.
Heeseung yang tidak tahan dengan kegiatan di belakang melipir ke bahu jalan.
“Wah, Kak. Maaf ya, mobil nya jadi berantakan gini.” Ujar Sunghoon.
Heeseung membalikkan badan menatap kedua penumpang nya.
Terlihat Sunoo bersandar pada kursi dengan keadaan cukup berantakan dan kelelahan sambil mengangkang lebar dengan vagina nya yang masih tersumpal alat berwarna pink yang ia yakini itu adalah vibrator.
Mata nya sedikit membelalak melihat vagina bersih Sunoo yang sangat basah dan merah itu.
Terbesit dalam benak nya bagaimana rasa vagina cantik milik penumpang nya itu dan apa mungkin dapat mencicipi rasa nya.
“Bayaran kakak udah bikin mobil saya kotor apa nih, Kak?” Tanya Heeseung pada Sunghoon.
Saat Sunghoon melihat tatapan Heeseung saat melihat Sunoo tidak bisa berbohong bahwa lelaki yang tidak dikenal itu ingin mencicipi pacar nya yang cantik ini.
“Tenang kekacauan ini bakalan saya bayar untuk pembersihan nya dan..”
“Apa mungkin kakak mau gabung sama saya buat nge garap pacar saya yang cantik ini?”
Sunoo melotot tak percaya dengan perkataan Sunghoon.
Bisa-bisa nya kekasih nya itu ingin membagi dirinya kepada orang yang sama sekali tidak mereka kenal.
Namun di sisi lain, baik Sunoo dan Sunghoon memiliki fantasi untuk threesome.
Mungkin ini kesempatan yang bagus juga—karena jujur sang driver mendapatkan atensi dari Sunoo sejak awal.
Heeseung memberikan senyuman kecil pada Sunghoon, “If you ask me, then I’d love too. It’s my such an honor to having a taste of pretty pussy from pretty boy.”
———
TBC…?
