12 Works by triandsoe
Listing Works
-
Tags
Summary
“You want to kiss my lips?”
Seungcheol thinks Jihoon might actually kill him before the night ends. Honestly, he wouldn’t even mind.
-
Tags
Summary
His eyes glistened when he looked at the house, still exactly the same as he remembered. Jihoon never changed. And the fact that he still took care of the flowers Seungcheol once gave him made him want to cry right then and there.
Minutes passed, and Seungcheol could feel his body trembling more with each step. He didn’t know what caused it; maybe the cold night air, or maybe because his time was nearly over.
So, with whatever strength he had left, he opened the gate and knocked on the door.
Hurried footsteps echoed from inside, and Seungcheol smiled.
I really missed that sound.
-
You Drew Stars around My Scars (but now I'm bleeding) by triandsoe for levicorpusss
Fandoms: SEVENTEEN (Band)
01 Apr 2026
Tags
Summary
Sepertinya Jihoon terlalu naif untuk percaya bahwa cinta sejati itu ada.
-sebuah sequel dan metafanfiction dari cerita It's Secret Between Us (wajib baca dari bagian pertama)
-
Tags
Summary
melihat Jihoon yang masih tertidur pulas dibalut dengan cahaya kuning keemasan mengantarkan rasa damai. Inikah kenyamanan?
Series
- Part 5 of Sweet Nothing
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 1,036
- Chapters:
- 1/1
- Kudos:
- 15
- Hits:
- 523
-
Tags
Summary
“Karena aku yakin sama Koko, Bun. Cita-citaku nikah sekali untuk seumur hidup—artinya aku harus hidup sama satu orang kan? Aku yakin kalau orangnya Koko.”
Di sore yang hangat, di rumah yang perlahan terasa seperti rumahnya juga, Jihoon menyadari bahwa rasa aman yang ia rasakan bersama Seungcheol bukanlah sesuatu yang sederhana.
Series
- Part 4 of Sweet Nothing
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 467
- Chapters:
- 1/1
- Kudos:
- 8
- Hits:
- 286
-
Tags
Summary
And as she sang, she felt that cold-smoke-and-lily scent again. Clearer, brighter, almost clinging to her skin. Her fingers trembled for a split second. Why did it feel like her voice was answering a call she didn't remember sending?
"Who is she?" Seungcheol asked Jeonghan without breaking their gaze.
"Jihoon," Jeonghan replied. "Joshua's junior in college."
Seungcheol nodded; he could feel his cold-smoke scent curl warmer, surprised but drawn in; the lilies grew brighter for a heartbeat, as if they recognized something before he did.
Across the room, Jihoon's forest scent stuttered- pine sharpening, night-dew shimmering like startled breath. A recognition of something ancient stretched awake. For the briefest second, both scents blended in the air between them: forest dew met warm smoke, lilies brushed against pine, two halves of a story breathing in the same air again.
The world seemed to exhale.
Seungcheol didn't understand why he felt pulled toward her.
Jihoon didn't understand why her chest tightened.
But their scents did, their scents remembered.
-
Tags
Summary
Seungcheol terperanjat ketika mendapati Jihoon berdiri di pintu kamarnya, kepalanya menunduk, tangannya bertaut gelisah, matanya mengintip dari balik bulu mata — seperti anak kecil yang takut salah, memperhatikan Seungcheol yang saat ini terduduk di sofa ruang tamu.
Seungcheol mengusap wajahnya, lalu menepuk sisi kosong di sebelahnya, mengisyaratkan Jihoon duduk di sebelahnya.
“Abang… gue ada salah ya…?” tanya Jihoon, dari suaranya yang lebih stabil, Seungcheol tahu bahwa pacarnya sudah sadar.
“Enggak ada,” jawab Seungcheol singkat.
Jihoon menoleh, “Tapi kenapa Abang gak langsung nyamper ke kamar?”
Seungcheol menatap balik Jihoon, “Tidur lagi aja.”
Series
- Part 2 of Paper Room
-
Tags
Summary
Jihoon bersandar di dada Seungcheol, jari-jarinya menari di atas dadanya sambil menelusuri pola tak beraturan di sana, mungkin akan membuat Seungcheol kegelian, kalau ia mudah geli. Hal yang dilakukan Jihoon membuat napas Seungcheol lebih teratur, matanya sudah terasa berat — bersiap untuk menyambut mimpi. Malam yang terasa lambat membuat setiap detiknya membawa napas lebih dekat.
Series
- Part 2 of Sweet Nothing
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 893
- Chapters:
- 1/1
- Kudos:
- 23
- Hits:
- 735
-
Tags
Summary
“Tapi aku tuh pengen nikah sekali dalam seumur hidup Ko.”
Seungcheol tersenyum tipis, “Aku juga Jiw.”
Ia menautkan jarinya, menarik napas panjang, “Dan alasan kenapa aku bilang ini— ” Seungcheol menjeda, menatap mata Jihoon yang penuh tanda tanya,
karena kalo sama kamu, aku rasa bisa hidup.
“ — kita udah kenal satu sama lain, dan aku percaya kamu pasti bisa jaga komitmen.”
Seungcheol sengaja tidak menyebutkan alasan sebenarnya, entah kenapa ia merasa belum berani. Ada hal-hal yang rasanya lebih aman kalau disimpan dulu, sampai waktu bisa jadi tempat yang tepat untuk mengaku.
Bukan di antara tawa kecil di meja makan, bukan ketika rasa nyaman masih samar-samar menyamar jadi kebiasaan.
Jihoon tersenyum, lampu meja makan menyorot bola matanya yang hangat memandang Seungcheol.
Meneduhkan.
“Oke.” jawabnya pelan, tapi cukup membuat dada Seungcheol terasa lebih ringan.
Di antara keheningan malam yang diisi dengan detik jarum jam dan sisa tawa yang belum benar-benar reda, ada sesuatu yang tumbuh di antara mereka.
Perlahan, tenang, tanpa nama.
Series
- Part 1 of Sweet Nothing
-
Tags
Summary
Cuman Aci yang nunggu Papanya (Seungcheol) pulang di teras rumah, karena mau pamer rambutnya yang udah dikepang
Series
- Part 3 of Sweet Nothing
-
Tags
Summary
Lelaki itu bertubuh mungil, mengenakan celana jeans high waist berwarna hitam, kemeja putih sebagai luaran, dan kaus putih di dalamnya. Rambutnya yang agak panjang berwarna hitam bermodel butterfly cut membingkai wajah pucatnya dengan kontras yang pas.
Ia tersenyum kecil sebagai sapaan, “Halo, selamat pagi temen-temen. Nama aku Lee Jihoon tapi kalo zaman kuliah dipanggil Woozi,” katanya diakhiri dengan anggukan kepala dan tersenyum lagi, kali ini lebih lebar hingga menampilkan sedikit lesung pipit di ujung senyumnya.
Tepuk tangan dan teriakan kecil terdengar dari sekeliling. Joshua kembali merangkulnya, menggoyang-goyangkan tubuh mereka sampai Jihoon tertawa.
Dari seberang meja, Seungcheol memperhatikan. Tubuh kecil, kulit pucat, wajah yang entah kenapa terasa familiar. Ia mengernyit, mencoba mengingat tapi mau digali sejauh apapun ingatannya, yang keluar dalam benaknya adalah,
‘putih banget dah kayak mochi, kalau digigit keluar kacang ijo gak ya?’
Series
- Part 1 of Paper Room
-
Tags
Summary
I turned to him, looking straight at his face, “I am asking you, genuinely. Did you forget how wasted you were just two days ago? I mean, I get that relationships have ups and downs, but really? You were a sobbing mess. I even let you lean on my shoulder — tho it grossed me a little — and now you’re all smiles and holding hands with her? Just … HOW?”
Yeah, finally, I let out my thoughts to him.
Wonwoo smiled at me.
He took a step toward me and said, “Cheol, you’ve never been in love, have you?”
I nodded — don’t get me wrong, I’m just too busy to fall for anyone besides,
“Loving someone isn’t easy, huh?” he said, quoting my usual answer like he knew it by heart. “Wait until you fall in love, Cheol. You’ll get it then.”
“Me? Fall in love? Never.”
“Yeah, yeah. Whatever you say, Cheol. May love find its way to your heart. You’ll see.”
- Language:
- English
- Words:
- 2,079
- Chapters:
- 1/1
- Kudos:
- 2
- Hits:
- 305
