Actions

Work Header

Esek_esek_diatas_matras.png

Work Text:

“Oke silahkan ambil break 1 jam, kita lanjut nanti!” ucap manager mereka yang mengatur acara variety show, “What? Door! episode 31.” semuanya pun menghela nafas lega. Entah mengapa games What Door kali ini sangat susah, apa mungkin karena mereka di sauna? Bukan kah seharusnya makin bersantai?

“Hahhhh americano, I’m coming my love.” ucap Riwoo, yang memang gemar memesan kopi, apalagi americano. Leehan yang baru bangkit dari duduknya pun menyusul ke arah Riwoo menuju area makan. Jaehyun, Taesan, dan Woonhak menyusul, namun Sungho terlihat tertinggal sendiri, dan tidak berjalan kearah mereka berkumpul, bahkan tidak ada yang menyadarinya.. sebelum di saat mereka semua selesai dengan pesanannya, lalu barulah Leehan baru melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Sungho.

“Sungho mana?” semuanya refleks melihat sekeliling di saat Leehan menanyakan hal tersebut. Tetapi tidak satu pun yang tahu dimana keberadaan member paling tua di antara mereka tersebut. Semuanya berusaha positive thinking, mungkin Sungho sedang ke toilet atau semacamnya. Akhirnya mereka semua pun memesan makanan, lalu duduk di lesesan yang berada di depan area makan, kecuali— Leehan.

Leehan justru meminggalkan area pusat makan, lalu kembali ke ruang tengah, dimana matras dan tumpukan bantal di letakkan. Tentu saja, Ia melihat Sungho yang sedang duduk manis bermain dengan Ipad nya di ujung ruangan, bersama dengan tumpukan bantal di belakang punggungnya. Leehan tidak ingin mengganggu, namun dia hanya mendekat pada matras yang ada di dekat Sungho, dia tertidur tengkurap di sana dengan Kopi americano dan hp di genggamannya.

Sungho tentu saja menyadari kehadiran Leehan di dekatnya, dia pun mengalihkan pandangannya dari Ipad nya dan menoleh ke arah Leehan yang sedang santai, “kenapa lu kesini han? gak makan bareng yang lain?”

“Gak minat, gaada lu soalnya.” Modus. dasar brondong. Leehan tau pasti jika Sungho bisa membedakan mana yang bercanda mana yang asli, dan dia benar-benar berbicara jujur saat ini. Seakan ‘tak perduli dengan apa yang baru dia ucapkan, dia dengan santainya terlelap diatas tumpukan matras. empuk.

“Ah—” kaget, tiba-tiba Sungho datang ke arahnya dan menempel tepat di belakangnya. Posisi ini sungguh ambigu, dada Sungho yang di tempelkan pada punggung Leehan, dan pinggul Sungho yang berhadapan langsung dengan pantat Leehan. Bagaimana jika ada yang melihat? Leehan berusaha menyelamatkan kopinya yang hampir terjungkal. Sayang kalau tumpah.

“K-kak? Kenapasih tiba-tiba?”

“Sengaja godain gue ya?”

“Hah? apa si — Argh—! ” Tiba-tiba sekali, pantat Leehan di tampar oleh Sungho, membuat desah yang sejujurnya ingin dia tahan justru lolos dengan mudah nya.

“Bokong sintal kaya gini udah di pegang berapa orang?” Ucap Sungho dengan nada sedikit.. Marah? Leehan sebenarnya bingung kenapa Sungho bersikap demikian, namun mengingat kembali, tadi waktu pijat memijat dengan Woonhak, dia memang.. Sedikit touchy dengan Jaehyun. Persetan dengan Jaehyun, Leehan sekarang dalam masalah serius.

“Di pegang-pegang Jaehyun kok gak nolak? Keenakan ya lu? Gak puas gua tamparin tiap malem? Mau di tamparin sama semua orang ya? Siapa lagi, Taesan? Riwoo? Woonhak? Apa sekalian di ebol in sama staff kita?” Sungho langsung menampar bokong sintal Leehan yang masih terbalut kain tersebut bersamaan dengan selesainya kalimatnya. Untung kali ini, Leehan bisa menahan desahannya.. Padahal di saat Sungho sedang mengomelinya, dia sudah tidak kuat ingin melepaskan desah nya. Gak juga sih, Leehan malah tambah ngaceng di marahin sama Sungho.

“Kok gak jawab sih?” Sungho makin kesal, dia pun menempelkan dadanya pada punggung sang submissive kembali, lalu bokong Leehan.. tentu berhadapan langsung dengan penis Sungho yang masih terbalut oleh celana juga. Sungho sepertinya sengaja, mendorong pinggulnya maju ke arah pantat Leehan seakan-akan sedang melecehkannya.

“A-aghh..” Satu desahan ‘tak tertahan keluar kembali dari mulut Leehan, wajahnya memerah, kupingnya memerah, dia malu. “Kak.. ini masih di area public.. gimana kalo nanti diliat sama staff atau yang lain?”

“Kaya lu peduli aja? perasaan lu malah suka deh dintonton rame-rame sambil gua entotin. Iyakan?” Bisik Sungho tepat di samping kuping Leehan. Sungho melanjutkan gesekannya seakan tidak peduli dengan Leehan yang sudah mulai bergemetar di bawahnya, tandanya dia sudah turn-on pada godaan yang Sungho beri, alias terus menggesekkan penis nya ke bongkahan bokong Leehan.

“Sange lu di kata-katain? Suka ya? Lonte emang.” Maki Sungho, sebelum dia mundur dan menjauh dari Leehan karena mendengar langkah kaki yang berjalan mendekat, dan benar saja.

“Sungho— Eh, Leehan kenapa?” Mampus, jantung Leehan seakan berhenti sedetik di saat suara yang dia kenal terdengar di kupingnya. Jaehyun. Leehan berusaha menyambunyikan muka panik dan merah nya, namun Sungho yang sudah menjauh dari nya terlihat biasa saja.

“Gua sama Leehan izin buat balik ke tempat rest dulu, Leehan kayanya demam deh, lu liat aja muka dia merah gitu sekarang.” Jaehyun enggan berfikirkan negatif, memang dia melihat jika wajah Leehan sedikit merah, dia pun hanya meng-iya kan ucapan Sungho, sebelum dia kembali ke tempat 3 temannya di food area tanpa rasa curiga sedikitpun.

“See? that’s easy right?” Sungho kembali mendekat ke arah Leehan, namun kali ini dia berusaha menggendong Leehan, dan menaruhnya ke atas tumpukan matras, sedangkan dja berdiri di hadapan Leehan.

“Terus mau apa kak—” Sungho mengecup bibir Leehan sebelum dia makin mengoceh, Leehan pun diam, Sungho tersenyum puas.

“Gamau nyobain disini?”

“Tapi ini masih area pub—”

“Please?” Bagaikan sihir, Sungho memberikan tatapan khas kucing nya pada Leehan, dan Leehan langsung luluh begitu saja.

“Yaudah.. tapi ngentotnya jangan disini, gesek-gesek ke paha aku aja boleh.” Sungho sedikit kecewa, tapi tidak apa, dia masih bisa merasakan paha Leehan yang sangat mulus dan empuk itu.

“Ketagihan di gesek-gesek ya? padahal baru sekali tadi gua gesekin lu.” Leehan mengalihkan wajahnya karena malu, penisnya justru malah terangsang dan berkedut akibat ucapan dari Sungho. Untung tinggi matras itu pas sekali dengan pinggang Sungho, walau lebih rendah sedikit. Justru itu yang membuatnya diuntungkan, gak sih?

Sungho mulai melucuti celananya sendiri, celana pendek yang sama dengan milik Leehan dan lainnya. Dia menurunkan keduanya: boxer dan celana pendek, hanya di turunkan sampai paha. Sedangkan Sungho langsung menarik celana Leehan hingga lepas, bahkan Leehan sendiri tidak sempat beraksi ataupun menahan nya.

“Ngapain malu? Biasanya kan kamu yang ngelucutin celana aku.” Ya, gak salah sih. Funfact, baru pertama kali ini Sungho mengambil posisi “Dom” dan Leehan mengambil posisi “Sub.” jadi Leehan dapat merasakan europhia saat menjadi pihak bawah serta submissive disini, dia takut, nikmat.

Paha leehan di satukan, di bawalah kedua paha itu ke satu sisi pundak Sungho. Terlalu menggiurkan jika paha yang putih bersih, serta mulus itu di biarkan polos begitu saja. Sungho langsung menciumi kaki— serta paha Leehan, mengecupnya, mencium, mengigit, berusaha meninggalkan tanda sebanyak mungkin. Leehan bisa apa? dia hanya bisa mendesah kecil saat melihat Sungho yang sangat menikmati paha nya, pemandangan itu sangat erotis, membuat bagian selatan Leehan makin keras.

“Sabar ya lonte kecil nya kakak.” Sungho mengocok penisnya sendiri, merangsang pembuluh darahnya agar makin keras dan siap untuk di luncurkan. Sungho langsung memposisikan penisnya di antara paha Leehan, menarik nafas, sebelum dia—

“Nghh.. Leehan, rapetin lagi.” Secepat itu untuk Sungho mengeluarkan desahan nya? Leehan bahkan dapat melihat wajah Sungho yang langsung merem-melek sangking ke enakannya. Panas yang menyentuh pahanya juga membuatnya ikut menggila.

“Kak...” Bisik Leehan. Sungho membuka matanya, dan menatap kearah Leehan, Ia tampak malu-malu, namun dangat jelas pasti ada mau nya. “Tolong kocokin kontol aku juga...”

kena lu.

ㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤ

“Nghghh, enak— ahhh, gesekin terus kakkh. Enak banget, Aah!” Sungho sibuk sekali, pinggulnya bergerak, tangannya juga bergerak untuk mengocok kontol Leehan yang sedari tadi memohon untuk di sentuh olehnya. Tidak mau kalah, Sungho juga makin menyempitkan paha Leehan, dan mendorong pinggulnya untuk maju dan mundur berulang kali dengan tempo yang stabil.

“I’m thrusting this deeper, just let you know that I’ll be rougher and deeper inside you.” Leehan langsung kelojotan, gimana lagi? di kasih dirty talk ya pasti malah tambah sange. “Pinterrr, lontenya kakakkk. Cuman kakak aja yang boleh make kamu sampe kelojotan gini oke? Nghh—

“Nghh! jangan godain aku terus kak.. nanti a-aku bucat, Aghh— fuck!” Tidak peduli sedikitpun, Sungho malah makin menggoda lubang kencing Leehan, dan memijat penisnya lebih kasar. “A-ahh mau bucat… Ghh— kak..”

“Emang udah ada yang bolehin?”

Mampus, Leehan lupa jika kontrol sedang di ambil alih oleh Sungho secara keseluruhan, dia tidak akan bisa merasakan orgasme dini. Walau secepat apapun dia ingin keluar, Sungho pasti akan terus menahannya, entah dengan menutup saluran kencingnya, atau berhenti memainkan penisnya. Sungho terkekeh karena Leehan langsung diam tidak bergeming.

“Di rendahin malah makin kedat-kedut kaya gini.” Sungho menjeda “Lucu kamu.” Leehan makin kelojotan ‘tak karuan di saat Sungho menekan pijatan di bagian kepalanya. Desahannya sudah terdengar tidak karuan, kepalanya sangat pening 7 keliling karena Sungho menahan ejakukasinya, namun di satu sisi dia sangat suka di perlakukan seperti ini. Asal oleh Sungho.

“Aahh— kakk! I’l be a good boy, please let me come.. kak.. I need it so muchh, Nghh—” Sudah sangat skakmat, Leehan tidak bisa berfikir apapun selain mengejar ejakulasinya. Sungho suka sekali melihat Leehan yang berantakan seperti saat ini, wajahnya makin memerah, matanya penuh akan air mata yang membendung, hidungnya yang tajam bahkan menunjukkan rona merah di ujungnya, pahanya bahkan memerah akibat di remas oleh tangan Sungho. Cantik.

“Promise me?” Leehan langsung mengangguk dengan semangat, “Tau kan kamu punya siapa? Yang boleh nyentuh kamu siapa?”

“K-kakak.. cuman kakak yang boleh nyentuh aku, Ahh! cuman kakak ajahhhh… Eunghh!” Tanpa pikir panjang, Sungho langsung menghentakkan pinggulnya, sehingga Leehan pun tersentak. Kenikmatan sudah di ujung tanduk, namun Leehan masih saja belum bisa mencapai europhia tersebut karena Sungho masih terus menahan jalan keluarnya dengan rapat.

“Bentar lagi.. keluar barengan. Shhhh, jangan nangis, giliran di overstimulate dikit kok nangis?” Sungho pun terus mendorong penisnya di antara paha Leehan, berusaha mengejar klimaksnya yang hampir datang. “Nghhh, kakak udah mau bucatt..”

Leehan sudah tidak bisa berfikir apa-apa, di detik Sungho melepas ibu jarinya dari penis Leehan, semburan putih langsung meluber keluar, membasahi perutnya sendiri. Tak lama setelah itu Sungho juga keluar dan membasahi paha— serta perut Leehan. Mereka menarik nafas seperti barusan berlari 100 meter jauhnya, keringat di mana-mana, tubuh yang di basahi oleh peju, bahkan wajah mereka berdua merona dengan merah. Dengan buru-buru, Sungho langsung membersihkan kekacauan yang mereka perbuat dan menggunakan celananya kembali.

“Ayo, lanjut di dorm aja.”

Dan kopi Leehan yang masih ada di ruang tengah pun di lupakan begitu saja, seperti hubungan mereka. Eh maaf.