Work Text:
Mata lelah hidung tersumbat, punggung sakit pinggang menjerit terlalu lama duduk depan layar persegi 40x20 cm menampilkan lembaran jurnal yang tiada akhirnya.
Detik demi detik berlalu, tapi Mahasiswa tak pernah sedikitpun melepaskan pandangannya pada jurnal yang tertera di layar.
“Cintaku… sampai kapan engkau menghukumku ahh~”
Selain dari depan sang Mahasiswa ternyata Jurnal juga ada di belakang, menggenjot hebat liang senggama.
“Teruskan Mahasiswa-kun aku tak akan berhenti sampai kamu masuk Sinta 1 uhh ahh, you’re so good to me babyh hngh…” racau Jurnal yang menyoodokan kontolnya pada Mahasiswa.
Jurnal memeluk Mahasiswa sangat kuat hingga Mahasiswa merasa sesak.
“Jurnal-kun~ ahh aku sangheehh sarangek, sarangek hentai urip kemana?” batin sang Mahasiswa.
Mata sang Mahasiswa masih terpaku pada jurnal di layar, tetapi isi kepalanya sudah kosong melompong bak kantong pada penghujung minggu ke-empat tiap bulan.
Isinya cuma ada satu, kontol Jurnal yang mengoyak hebat lubangnya.
“Ju-jurnal ahh… aku aku mau keluarhhh mhhh ahh, cum, cum inside mehh please.”
“Yes I want to make you cumlaude,” jawab Jurnal berbisik pada Mahasiswa.
Genjotan semakin dahsyat, rasanya kontol Jurnal tersedot, terpijat di dalam lubang Mahasiswa, duh ingin segera menghamili Mahasiswa tersayangnya dengan peju yang dapat membuat cumlaude hingga sinta satu.
“Tahan sebentar cantik, tunggu aku, aku juga mau crot,” ucap Jurnal mengecup Mahasiswa.
“Lamaa aku udah gak AHH!~ jJurnal-kun~ jangan sentuh mikropenisku apalagi menyumpalnya degan jarimu.”
“Oho, sensitif sekali anda,” semakin Mahasiswa terbuai hingga menjadi tolol karena kontolnya dikocok, semakin brutal pula Jurnal menggoda Mahasiswa.
“Jurnal jurnal aku aku gak tahan ahh~”
Jurnal ikut keluar, menghangatkan lubang basah dengan pejunya.
Mahasiswa lemas karena saat ini adalah ke-300 kalinya ia cum. Iya dibuat mati lemas karena bersenggama.
Dan Jurnal pun kembali masuk ke dalam layar.
