Actions

Work Header

Selepas di Musim Panas

Summary:

Lee Jaehyun selalu berolahraga di gym hotel agar badan selalu bugar selama rangkaian tour dunia berlangsung. Atau sebenarnya ingin menambah daya tarik di depan sang kekasih?

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Tour keliling dunia di musim panas terasa melelahkan juga menyenangkan bagi para idol. Tak terkecuali dari boygroup yang baru saja menyelesaikan konser di last stop mereka di benua Amerika.

Angin musim panas yang bertiup membuat sebagian mereka dapat berleha-leha sejenak dari hiruk pikuk jadwal yang padat sebelum mereka bersiap-siap pindah ke kota dan negara selanjutnya. Ada yang memilih untuk tidur sepanjang hari, berkeliling di taman kota, dan juga ada yang masih semangat untuk berolahraga agar badan selalu bugar selama rangkaian tour berlangsung. Atau sebenarnya ingin menambah daya tarik di depan sang kekasih?

Begitulah niat terpendam dari seorang Lee Jaehyun. Ia yang sudah lama tidak berolahraga karena tubuhnya sudah terbentuk dengan sempurna, rela untuk ikut berolahraga lagi karena sang pacar yang dengan tiba-tiba mengikuti boxing sebagai pelepas penat kesibukan.

'Gimana kalo Younghoon ketemu cowok baru yang lebih cakep di tempat boxing?' Cemasnya yang kian mengakar sampai hari ini.

Di sisi lain Younghoon yang merasa diekori setiap pergi ke gym hotel tak menaruh curiga apapun kepada Hyunjae. Mungkin mau pamer absnya lagi, pikirnya.

Sesi ngegym mereka berlangsung seperti biasa saat mereka berada di gym agensi, fokus pada alat masing-masing dan bagian tubuh yang ingin dibentuk. Sampai Hyunjae merasa bahwa ia sangat diacuhkan dari kemarin karena Younghoon terlalu fokus dengan dirinya sendiri. 'Bukan ini yang gue mau!' Sungutnya dalam hati.

"Hoon, bantu pegangin kaki gue ya. Gue mau coba angkat barbel yang ini."

"Tumben, biasanya angkat sendiri gapapa haha."

"Lo kalo gamau bantu juga gapapa kok, gue bisa minta tolong yang lain." Jawab Hyunjae dengan ketus.

"Gitu aja ngambek sih cantik, dah posisiin diri lo dulu di bench pressnya."

Younghoon tau sebenernya Jaehyun bisa mengangkatnya sendiri, namun Younghoon juga tau kalau Jaehyun juga memiliki niat lain dari sekedar memegang kaki.

Sembari mengangkat barbel, dengan sengaja Jaehyun busungkan dada besarnya dan membuat ekspresi seseduktif mungkin untuk menggoda Younghoon.

Senyum seringai Younghoon berikan ketika ia dapat melihat intensi terselubung Hyunjae yang ditujukan untuk dirinya. Wajah cantik Hyunjae yang penuh dengan keringat, dada besarnya yang naik turun mengais oksigen yang semakin membuat Younghoon ingin membenamkan kepalanya di sana, mulutnya yang sengaja terbuka dengan suara sensual dari bibir Hyunjae, dan juga... kerlingan nakal dari mata indah yang selalu membuat Younghoon jatuh ke dalam pesonanya.

Beruntung kali ini gym hotel yang mereka gunakan sangat sepi dan juga Sunwoo yang ikut bersama mereka sudah pergi duluan sejak 35 menit yang lalu. Tentu saja menguntungkan mereka untuk berbuat laknat namun nikmat.

Tangan Younghoon yang semula berada di pergelangan kaki kini merambat naik menuju pinggul si cantik juga dengan kepala yang semakin menunduk ke perut Hyunjae.

"Gue tau lo sengaja mancing gue buat ngewe disini kan Jae? Pikiran binal lo udah ketebak Lee Jaehyun."

"Mumpung sepi begini, why not sih hoon? Kita juga masih ada 1-2 hari lagi kok sebelum balik ke Jepang. Emang lo ga kangen sama gue? Apa udah bosen sama gue? Udah ketemu yang lebih cakep ya di tempat boxing?"

"Lo ngomong apa sih Jae? Apa ini alasan lo ngikutin gue ke gym terus ya? Hahahaha.. lucu banget sih beruang gue kalo cemburu tapi kegedean gengsi hahahaha"

Sedikit salah tingkah, Hyunjae merotasikan matanya, "Apaan sih siapa yang cemburu coba, itu gue cuma nanya loh padahal."

Younghoon yang sudah hapal hanya tersenyum melihat sikap Hyunjae, "Mau dilanjut ga sayang?" Tanya Younghoon sembari mengendus perut Hyunjae yang masih terbalut singlet hitam favoritnya.

"Mauuuu", sambil mengerucutkan bibir. "Udah lama juga gue engga dimasukin lo gara-gara sibuk persiapan konser tau, apalagi jadwal solo yang banyak itu."

"Badan doang kamu tuh gede padahal aslinya bayi yang suka ngerengek ya."

"Mana ada bayi bikin bayi, hoon."

"Ada nih bayi beruang, gue hamilin sekalian ya nanti."

"Gausah banyak bacot mending buktiin langsung aja."

 

 


 

Sempitnya dinding ruang kamar mandi bukanlah jadi penghalang untuk berbagi gairah. Bukannya malas pergi ke kamar, hanya saja bagi mereka 'kepalang tanggung' karena terbawa nafsu.

Tubuh yang kini polos tanpa sehelai benang menutupi kian menaikan suhu di sekitar. Dua anak adam yang berbagi hasrat melalui ciuman menggebu dan lumatan yang kasar saling diberikan satu sama lain. Dibawanya lidah Younghoon menginvasi setiap bagian tubuh Hyunjae yang seakan menjadi kanvas pribadi miliknya, menandai setiap lekuk memberi kesan bahwa Hyunjae hanya miliknya seorang.

Desahan yang tidak ingin Hyunjae tahan keluar bagai alunan merdu begitu lidah panjang itu dengan lihai menyapa putingnya, mengobrak-abrik setiap kewarasan yang Hyunjae miliki. Dikecupnya puting yang menegang itu sebelum kembali dijilat berulang kali dan berakhir dengan mulut Younghoon yang menghisap kuat seakan ada susu yang akan keluar. Tak lupa juga puting satunya yang kini dimainkan dengan jemari panjang Younghoon. Mencubit, memilin dan meremas kembali dada kesukaannya itu dan dilakukannya bergantian.

Semua rangsangan yang diberikan tentunya membuat Hyunjae gila bukan main. Semakin tinggi ia membusungkan dadanya tiap kali lidah dan gigi Younghoon ikut memainkan putingnya dan juga rematannya pada rambut Younghoon kian menguat.

Hyunjae suka dimanja seperti ini,
Hyunjae suka diperlakukan seperti ini,
Walau tanpa kata, Hyunjae selalu suka bagaimana Younghoon begitu memuja tubuhnya.
Puas mulutnya bermain di kedua dada Hyunjae, Younghoon membenamkan kepalanya sebentar di dada Hyunjae. "Dada lo jangan digedein terus Jae, nanti gue sange terus gimana?"

"Emang itu otak lo aja yang jorok terus."

Younghoon kini membalikkan badan Hyunjae menghadap dinding, "Ga bisa ga jorok kalo sama lo, Jae." Bisik Younghoon sensual di belakang telinga Hyunjae. Satu jari Younghoon mulai meraba kerutan di lubang Hyunjae dan tangan kanannya yang mengocok pelan penis Hyunjae.

Hyunjae yang sudah tidak bisa berpikir apa-apa lagi hanya menerima semua rangsangan yang Younghoon berikan padanya.

"Ah nghhhhh Younghoonhhhhh.... enak banget hoon..." dikocok depan dan belakang oleh Younghoon ditambah dengan kecupan-kecupan kecil di lehernya membuat kepala Hyunjae kian pening, pelepasannya akan sampai sebentar lagi jika Younghoon semakin mempercepat kocokannya.

Tau Hyunjae akan keluar, Younghoon mengeluarkan jarinya dari lubang Hyunjae untuk menahan pinggangnya dan mempercepat kocokannya pada penis Hyunjae.

"Hhhh Younghoon....gue.... keluar... AHHHHH YOUNGHOONNNNHHHH" pelepasan Hyunjae keluar memenuhi tangan Younghoon dan sebagian lagi terciprat di dinding kamar mandi. Younghoon berikan waktu untuk Hyunjae mengais oksigen dan mengecup pelipis yang penuh dengan peluh. "Banyak banget keluarnya sayang, udah lama ya engga keluar, hmm?"

Hanya anggukan yang mampu Hyunjae berikan dan Younghoon yang terkekeh gemas melihat beruangnya kini merengut lucu seperti bayi.

"Bayi udah siap belum bikin bayi? Haha"

"APA SIH HOON!!!"

"Lucu banget sih telinganya merah haha, udah bisa marah-marah berarti udah siap aku masukin sekarang ya?"

"Mau sambil cium :("

Hyunjae kaitkan tangannya di tengkuk Younghoon agar ia dapat menciumnya lebih dalam. Ciuman kali ini tidak terlalu agresif seperti tadi, ada senyum yang mereka selipkan satu sama lain seakan mereka sedang jatuh cinta lagi dan lagi. Tangan kekar Younghoon masih setia melingkari pinggang Hyunjae, mengusap lembut kulitnya saat tubuhnya semakin ia rapatkan dengan Hyunjae.

Penis tegang itu ia selipkan di belah pantat Hyunjae, menggeseknya perlahan untuk merangsang sang kasih sembari ciumannya yang kini sudah beradu lidah. Dengan sukarela Hyunjae buka mulutnya, menyambut lidah Younghoon mencapai langit-langit mulutnya serta mengabsen deretan gigi sebelum menari kembali dengan lidah Hyunjae, entah saliva siapa yang mendominasi, yang keduanya inginkan hanyalah surga yang di depan mata.

"Ah Hoon!" Hyunjae tersentak ketika kepala penis Younghoon mulai masuk ke dalam lubangnya. Menyapa kembali rasanya ketika penis Younghoon yang selalu mengisi dirinya di setiap kesempatan. Inilah yang mereka rindukan, berbagi kehangatan di antara kulit yang bertemu kulit ataupun sperma Younghoon yang mengisi perut Hyunjae dengan hangat.

Kerinduan itu membuat Younghoon tidak sabaran dan memasukkan seluruh penisnya dengan sekali hentakan.

"YOUNGHOON ANJ-" Younghoon bungkam lagi bibir Hyunjae dengan ciuman yang sempat terputus karena takut terdengar hingga keluar. Ia diamkan sebentar dan memperdalam ciumannya untuk memdistraksi rasa sakit Hyunjae.

Setelah dirasa cukup, Younghoon gerakkan pinggulnya perlahan dan ciuman kembali terputus. Mendesahkan nama satu sama lain dalam hantaran nikmat yang dibuat.

Semakin lama gerakan Younghoon semakin cepat serta tangannya yang kembali menjelajah tubuh Hyunjae untuk menaikkan hasrat berkali lipat. Deruan napas yang memberat, lenguhan yang datang karena lubang yang mengetat, dan suara hentakan kulit yang bersemangat berpadu menjadi harmoni laknat bagi siapapun yang mendengar.

Mata Hyunjae berputar ketika penis Younghoon menekan prostatnya berulang kali. "Hhhhh mau hoon... mentokin lagi pleaseee... mentokin lagi sampe tolollll."

Mohonnya diamini oleh Younghoon, tangannya ia eratkan memeluk pinggang Hyunjae sebelum menghentak lebih keras dan cepat. "Hamil. Hamil ya Jae. Aku mentokin terushhh... sampe kamu hamil." Ujar Younghoon di setiap hentakannya.

Mengejar pelepasan yang kian dekat, Hyunjae turutkan pinggangnya bergerak maju mundur agar penis Younghoon semakin masuk ke dalam menekan prostatnya. Pada hentakan keempat Hyunjae keluar dengan deras yang disusul Younghoon menumpahkan spermanya memberi hangat di lubang Hyunjae.

"Semoga jadi ya sayang." Ucap Younghoon mengelus perut berkotak Hyunjae.

"Dasar orang gila."

 

------

 

 

 

"Sunwoo, hyung-mu pada kemana? Kamu bilang di gym tapi kok ga ada? Sudah 2 jam lebih loh ini." Tanya manager-nim.

 

Notes:

Any feedback I'll appreciate it, thank you! :)