Actions

Work Header

Bunny Ears

Summary:

"Jadi, apakah ini adalah hadiah ku?"
Tanyanya sambil menggoda, dia mengambil bunny ears yang ternyata berada di dalam kantong mantel milik HiMERU dan memakaikannya.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Hari ini ulang tahun Kazehaya Tatsumi, HiMERU ingat apa yang Tatsumi katakan kepadanya beberapa hari yang lalu. Dia meminta HiMERU meluangkan waktunya di malam hari. HiMERU menghela nafas, ini tidak akan sempat. HiMERU masih berada di kantor nya untuk proyek bersama dengan Sakuma Rei. Ponselnya beberapa kali bergetar tanda pesan masuk, dilihatnya nama Tatsumi terus menerus menanyakan kabar kapan dirinya dapat menemuinya. HiMERU memijit pangkal hidungnya pelan. Kalau boleh jujur HiMERU juga ingin segera meninggalkan bilik meja nya.

Rei yang baru masuk sedikit terkejut melihat HiMERU masih berada di biliknya, padahal tadi sore ia izin untuk pulang cepat.

"Loh, HiMERU-san kenapa belum pulang? Bukannya tadi bilang ada janji?"
"Ah, iya. Tiba-tiba saja Kunugi-sensei menyerahkan berkas-berkas ini untuk diperiksa."
Rei mengangguk, "Biar aku saja yang melanjutkan, kau pergi saja tidak apa."
"Eeeh, tapi—" Rei dengan cepat memotong, "Sudahlah tidak apa-apa, kau tepati saja janjimu, jangan membuatnya menunggu lebih lama lagi, " ucap Rei sambil tersenyum maklum.
HiMERU sebenarnya agak ragu, karena Rei adalah seniornya di sini, "Em, baiklah, terima kasih aku pergi dulu Sakuma-san," HiMERU segera membereskan barang-barangnya dan menunduk sopan kepada Rei sebelum kaki jenjangnya melangkah menjauh dari kantor.

Sekarang ia harus mempersiapkan kado untuk Tatsumi, ah iya kekasihnya Tatsumi. HiMERU mematut penampilan nya sekali lagi, ide bodoh dari Rinne tadi siang sangat membuatnya malu sekaligus jengkel tapi entah kenapa dia malah melakukannya. Kostum Bunny item berwarna ungu gelap sekarang menempel di tubuhnya, HiMERU merona malu apakah ia harus menggunakan ini untuk menebus kesalahannya karena terlambat, huh?

Sekarang bagaimana HiMERU pergi ke apartement milik Tatsumi, sepertinya dia harus melepas bunny ears nya dan menggunakan mantel yang dapat menutupi sampai ekornya, bukankah hari ini memang sangat dingin.

HiMERU sengaja mengabaikan rentetan pesan dari kekasihnya yang menanyakan kapan HiMERU datang ke huniannya. HiMERU menarik nafas pelan sebelum menekan bel apartement milik Tatsumi, namun saat tangannya menggantung hendak memencet bel tiba-tiba pintunya sudah terbuka.

"Ah, HiMERU-san kenapa berdiri saja di sana? Cepat masuk, Tatsumi sudah menunggu. Kalau begitu kita pulang dulu."
Ternyata itu adalah teman satu unit milik Tatsumi, ya anggota Alkaloid. Sebelum mereka benar-benar pergi tiba-tiba Hiiro berbalik dan berbisik kepada HiMERU, "Semangat dan jangan lupa pakai pengaman," lalu kabur sambil tertawa. HiMERU hanya mematung dan tidak dapat berkata-kata, wajahnya merah seperti tomat dan ekspresinya tidak karuan.

Ketika HiMERU berbalik dia melihat Tatsumi yang tersenyum sambil bersedekap. Senyumnya terlihat mengerikan untuk HiMERU, jujur ia merasa bersalah karena tidak bisa merayakan pesta ulang tahun Tatsumi bersama rekan-rekannya yang lain tadi sore.

"Kenapa diam saja, masuk lah."
HiMERU masuk tanpa mengatakan apapun, setelah pintunya terkunci Tatsumi langsung memeluk HiMERU erat, dia menghidu aroma manis dari leher HiMERU seakan tidak akan bisa bernafas tanpanya.
"Kau lama sekali, aku sedih saat kau tidak datang bersama yang lain, aku kira kau tidak akan datang," rengek Tatsumi kelewat manja. HiMERU mengelus pelan surai hijau tosca tersebut, "Maafkan aku dan selamat ulang tahun,” Ucap HiMERU sambil tersenyum.

Tatsumi lalu menggiring HiMERU untuk duduk di ruang tengah, dirinya memang menyiapkan secara terpisah jamuan untuk HiMERU, sedikit romantis dengan pemandangan kota Tokyo yang sibuk di bawah sana, memang apartement Tatsumi terletak di lantai 20 sehingga pemandangan ibu kota terlihat sangat indah dari sana.

"Kenapa kau tidak melepas mantelmu? Apakah kau kedinginan?"
"Ah, bukan seperti itu, emm, bisakah aku memakainya saat kita makan?" HiMERU berbicara tanpa memandang Tatsumi, dirinya terlanjur malu, ah bodoh sekali dirinya yang menuruti Rinne Amagi yang gila itu.
Tatsumi menarik dagu HiMERU perlahan untuk menatap matanya, kedua pipinya terasa panas karena jarak keduanya yang sangat dekat. "Ada apa, hm? Apakah kau sakit?" Himeru menggeleng pelan, "Lalu? Apa yang membuatmu enggan melepasnya? Ah, sejak kapan kau memakai tindik?" Tangan Tatsumi bergerak lembut menelusuri telinga HiMERU, menggodanya lembut membuat muka HiMERU semakin merah. Tatsumi mendekatkan wajahnya dan mencium HiMERU dengan lembut, bibirnya bergerak melumat bibir HiMERU dan mengigit bibir bawahnya. Ketika mulutnya terbuka lantas lidahnya dengan cepat menelusup ke dalam mulut HiMERU, mengabsen setiap giginya dan mengaitkan lidah mereka membuat HiMERU melenguh dan mencengkram erat pakaian Tatsumi. Tangannya turun untuk membuka mantel milik HiMERU dan betapa terkejutnya ia melihat kostum bunny, Tatsumi melepaskan ciuman mereka menimbulkan benang saliva diantara keduanya. Muka HiMERU memerah dan nafasnya naik turun, Tatsumi tersenyum saat melihatnya.

"Jadi, apakah ini adalah hadiah ku?" Tanyanya sambil menggoda, dia mengambil bunny ears yang ternyata berada di dalam kantong mantel milik HiMERU dan memakaikannya.
"Menyingkirlah, apa yang kau lihat?" HiMERU mencoba menghalangi pandangan Tatsumi darinya, tangannya ditangkap dan dicium lembut oleh Tatsumi. "Kau cantik sekali, aku mencintaimu," Jantung HiMERU berdetak tak karuan, sial pacarnya ini selalu membuatnya salah tingkah. "Apakah sekarang aku boleh membuka hadiahku, hm?" Tatsumi menciumi tangan HiMERU dengan sensual dan tatapan menggoda, jika sudah begini HiMERU tidak bisa menolaknya. Dia hanya mengangguk malu sebelum di bawa Tatsumi menunju kamarnya.

-Fin-

Notes:

Sebenernya aku bikin ini waktu ulang tahun nya Tatsumi, cuman lupa post T•T