Actions

Work Header

Bewitched

Work Text:

Malam itu adalah yang romantis menurut Ran. Dengan hari pertama turunnya salju di Tokyo, disertai sofa empuk, selimut hangat, kaos kaki, desis api dari fireplace, popcorn, dan video-video masa kecil anak-anaknya, Ran merasa sangat dipenuhi berkah. Apalagi kali ini Shinichi juga ikut menikmati video-video yang diputar tersebut.

Sebenarnya kalau boleh dibilang, mereka cukup sering melakukan movie date ini. Sayangnya, Shinichi itu bukan penggemar film-film romantis seperti Ran, dan rata-rata film yang mereka putar ketika melakukannya adalah film favorit Ran. Namun tentu saja, demi menemani istri tercintanya, Shinichi akan mengalah meskipun pada akhirnya ia tertidur juga ditengah-tengah film.

Hari ini berbeda. Ran sengaja memilih video yang sekiranya akan menyita perhatian Shinichi sepenuhnya. Dan yap, pilihannya jatuh kepada rekaman-rekaman yang ia ambil ketika anak-anak mereka—Conan dan Sakura—masih kecil.

For your information, kedua anak itu tengah berlibur ke pelosok Jepang bersama kakek-nenek mereka. Kata pasangan Kudou generasi pertama ini, mereka ingin menghabiskan waktu bersama cucu-cucu mereka. Terlebih, Conan dan Sakura benar-benar cucu mereka satu-satunya.

Baik Shinichi maupun Ran tentunya tidak keberatan dengan permintaan itu. Dan yang lebih penting, kedua anak mereka memang tertarik untuk ikut. Jadi, tidak ada pemaksaan dalam bentuk apapun.

Kembali lagi ke layar tancap yang Ran adakan secara dadakan ini. Tampak sekali dari raut wajah Shinichi bahwa ia benar-benar teralihkan dari sekelilingnya. Ia bahkan tidak sadar dengan Ran yang sedari tadi menatapnya dengan penuh senyum manis.

Soalnya bagi Ran, melihat Shinichi dalam mode ini adalah hal yang sangat jarang. Shinichi memang bukan yang se-expressionless itu namun ia juga bukan orang yang ekspresif. Well, jelas saja, jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain; Hattori Heiji, Toyama Kazuha, Suzuki Sonoko, Shinichi jelas jauh lebih kalem.

So, yeah, to see him spellbound by things like this is something rare yet precious to be memorized.

I still cannot believe they're my children,” kata Shinichi, setelah rekamannya berakhir. “They're too beautiful to be real.

And you're the best father they could ever have,” balas Ran. Tangannya menyentuh tangan hangat Shinichi, seakan memberi penguatan pada kata-katanya.

Sure, they are,” balas Shinichi lagi. Tangannya bergerak menggenggam tangan Ran lantas ia beri kecupan singkat di sana. “But, I think, I'm thankful the most to you, Ran. You're the one who brought them to this world.

And that being said. Shinichi kemudian bergerak untuk menghujani wajah Ran dengan kecupan. Mata, hidung, pipi, dan terakhir bibirnya. Kecupan hangat yang perlahan berubah jadi ciuman yang penuh sensasi, gairah, namun tetap hangat, lembut, dan manis. Ciuman khas mereka.

I love you so much, Shinichi. Now and forever.

I love you too, Ran, more than yesterday and less than tomorrow. Very much, till the end of time.”

Dunia berputar. Bintang bersinar. Angin berhembus. Salju berjatuh. Malam semakin dalam, semakin gelap. Dan semuanya kian menjadi saksi atas penyatuan cinta mereka.

Series this work belongs to: