Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2022-02-04
Words:
650
Chapters:
1/1
Kudos:
69
Bookmarks:
2
Hits:
3,127

Realita Mimpi

Summary:

just alternate scene from the All Of Us Are Dead

Work Text:

Malam makin kelam, begitu pula mimpi Su Hyeok.

Cheong San-a!!! Kenapa?? Kenapa harus kamu yang pergi, mau berapa banyak orang lagi yang harus berkorban....

Su Hyeok terdiam, teringat adegan terakhir Cheong san, teman sekelasnya yang berubah akibat virus zombie yang menyerbu kota.

Mengenang kembali ketika mereka berdua bercanda gurau di sekolah, bahkan dalam tekanan ketika virus zombie ini menyebar, cheong san yang menepuk pundaknya ketika sedih hingga cheong san yang memukulnya ketika namra dituduh berubah jadi zombie.

"JANGAN PUKUL! BERHENTI, ITU IBUKU!" Teriak Cheong San lirih dengan berderai air mata, seketika jatung berdetak lebih cepat. "CHEONG SAN-A, AYO PERGI!" kataku sambil menarik Cheong San bersama On Jo yang juga menangis. Mereka pun berlari dan pergi ke tempat yang lebih aman. Disana mereka hanya terdiam, begitu banyak hal yang terjadi beberapa hari ini, sekolah yang awalnya menyenangkan menjadi terror menyeramkan. Mereka bahkan di tahap tidak yakin, apakah dapat selamat atau tidak. Istirahat pun dipaksakan, perut pun dipaksa meraung karena tidak adanya makanan yang tersedia. Esok pasti akan lebih berat atau lebih baik, tidak ada yang tahu, itu tertanam di otak semua orang.

Malam itu Su Hyeok tertidur pulas, tidak tahu, itu malam terakhirnya, hari terakhir ia dan Cheong san.

Pagi itu, mereka semua berkumpul di luar gedung, sembari berpikir bagaimana kelanjutannya, bagaimana mereka bisa kabur dari zombie, yang banyak, terlalu banyak untuk bisa dihadapi sekelompok kecil murid SMA, anggota mereka terus berkurang hari ke hari, tragis memang tapi itulah yang terjadi. Harapan diselamatkan pun musnah karena pemerintah yang tidak percaya dan takut dengan mereka, api dan tulisan SOS pun rasanya nihil, tidak akan ada yang menyelamatkan mereka.

Mereka juga selalu dikejar oleh Gwi Nam, si pembully yang hampir terbunuh, katanya sih akibat Cheong San. Tapi menurut Su Hyeok itu namanya membela diri, bayangkan saja terjebak dengan orang tapi tidak mau bekerja sama, egois bahkan rela mengorbankan orang lain, alhasil Cheong San memukul mata Gwinam dan itu membuatnya marah dan ingin membunuh Cheong San. Gwin Nam juga berubah menjadi setengah Zombie sehingga tidak bisa mati, lalu menginggigit Namra yang sebenarnya menjadi keuntungan bagi mereka karena ada kekuatan yang bisa menghadang para Zombie haus darah itu.

Mereka sedang berpikir jalur pelariannya dengan tujuan bukit di belakang sekolah, lalu Cheong San bilang "Nanti kalo misalnya butuh umpan, aku aja yang pergi dan menarik perhatian mereka (zombie)."
"Jangan, udah gila ya lu" seruku sedikit berteriak disambut senggolan Namra.
"Kenapa?" ujar Cheong San
Jantungku berdegup, aku sampai merasa bisa mendengarnya, rasa takut, kehilangan Cheong San.

Takdir tidak bisa digantikan, Namra mulai mendengar sesuatu, "ada yang datang ujarnya." Semua langsung diam, terpaku, menutup mulut menghentikan segala suara yang keluar. Hal yang ditakutkan pun datang, itu Gwinam.

Gwinam langsung menyerang, agresif, berhasil memegang kerah Cheong San, menggigitnya. Su Hyeok langsung berlari, menghampiri Cheong San, ia makin takut, air matanya turun tanpa ia sadari, ternyata ini terakhir kalinya.

Mereka berpelukan sangat erat, tanpa kata hanya tetes air mata yang membasahi pundak satu sama lain, teman yang lain pun ikut menangis, hati yang sengsara, berduka, terluka namun harus bertahan.

"Su Hyeok-a" lirih Cheong San.
"Jangan menyerah ya, jangan takut." Ucap Cheong San sambil memeluk dan mengusap kepala Su Hyeok.
Suara kecil penuh peluh Su Hyeok berkata, "Cheong San-a"

Pelukan itu menjadi pelukan terakhir mereka, Cheong San memberi emblem namanya ke Su Hyeok.
"Nih, gua ga pernah pergi, jaga baik-baik ya."
Namun, Cheong San pergi, berlari meninggalkan mereka.
"Su Hyeok pergi ke lantai 1" yang dibalas anggukan enggan Su Hyeok sambil terus menggenggam bahu Cheong San.

Cheong San pun hilang, menyisakan debu yang berterbangan.

Mereka pun berlari, ke lantai 1 menjauh dari tempat itu.

"DUARRRR"

Suara memekakan telinga itu membuat mereka refleks menutup telinga, dan berhenti sambil menatap ke SMA Hyosan, tempat 3 tahun paling menyenangkan di hidup mereka.

Meninggalkan semua kenangan dan harapan terkubur bersama puing-puing.

"Su Hyeok-a" badannya tergoyang, ia takut, apalagi ini, kenapa suara ini terus ada di otak ku.

Aku berusaha bangun, apakah ini mimpi atau realita?